Psikologi
Dipandang Positif Orang Lain Bikin Generasi Z Tambah Percaya Diri
87 persen dari Gen Z di Indonesia percaya dengan autentisitas, baik personal branding terhadap diri mereka sendiri maupun untuk memilih sebuah produk.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lahir di zaman serba digital yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari serta konten yang sangat tidak terbatas, Generasi Z (Gen Z) terbentuk menjadi sebuah generasi yang cukup unik dengan memiliki kepribadian, ketertarikan, dan penampilan yang berbeda-beda.
Menurut survei “Gen Z Social Media Behaviour 2021” yang dilakukan GADIS pada bulan April 2021 terhadap 1.717 responden, 87 persen dari Gen Z di Indonesia percaya dengan autentisitas, baik personal branding terhadap diri mereka sendiri maupun untuk memilih sebuah produk.
Dalam hal ini, Gen Z menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyalurkan ekspresi, mendapatkan informasi serta hiburan, dan memperkuat suara/pendapat mereka mengenai suatu hal/isu.
Gen Z juga berani speak up dan memiliki keinginan untuk mencari perubahan.
Psikolog Klinis, Tara de Thouars, BA, M.Psi, mengeluarkan hasil survei yang menyatakan sebanyak 71 persen Gen Z sudah memiliki rasa percaya diri tinggi.
Baca juga: Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Tersangka Narkoba, Pakar Psikologi Forensik: Paling-paling Rehabilitasi
Baca juga: Intan RJ Sering Curhat Diatas Makam Suaminya, Merasa Seperti Orang Tidak Waras hingga Temui Psikolog
Rasa percaya diri ini mereka dapat ketika merasa dipandang positif oleh orang lain (82 persen), memiliki penampilan baik, seperti wangi (66 persen), dan menonjol dalam akademik (59 persen).
Dengan rasa percaya diri ini, Gen Z jadi merasa lebih aktif, positif, dan inovatif, juga pastinya bisa menumbuhkan karakter sweet dalam diri mereka.
Karakter sweet yang dimaksudkan di sini adalah ramah, menyenangkan, peduli, dan empatik, yang bisa menghindarkan dirinya dari perilaku bullying, tidak peduli, tidak menghargai, tidak memiliki integritas, cemburu, dan sejenisnya.
Tara juga menambahkan, untuk membangun karakter sweet ini sangat diperlukan faktor internal, seperti rasa percaya diri, dan faktor eksternal, seperti pengaruh lingkungan.
Baca juga: Terkait Polemik TWK KPK, Komnas HAM Apresiasi KSAD dan Dinas Psikologi TNI AD
Merry Christanty, Brand Manager Fres & Natural mengatakan, generasi Z inilah yang dibidik dari peluncuran rangkaian terbaru Fres & Natural Dessert Collection.
Peluncuran varian baru Fres & Natural Dessert Collection, dapat mendukung pembentukan karakter kepribadian anak muda di Indonesia yang senang menyebarkan sesuatu yang positif dan “sweet” kepada lingkungan terdekat, pertemanan, sampai komunitas mereka lewat jaringan media sosial.
Hal ini memberikan dampak positif meski di tengah situasi pandemi yang tak menentu seperti saat ini.
Dengan hadirnya spray cologne dan body wash dari Fres & Natural Dessert Collection ini, Fres & Natural ingin semakin mendukung terbentuknya potensi dari karakter sweet dan berani tampil para Gen Z.
Baca juga: Bung Karno dan Peci Hitam, Ini Penjelasan Dosen UGM Soal Makna Filosofis, Sosiologis dan Psikologis
Sweet seperti dua varian terbaru dari Fres & Natural Dessert Collection, yaitu Pink Cupcake dan Berry Macaron.
Spray cologne dan body wash varian Pink Cupcake memiliki sensasi wangi yang cheerful, perpaduan antara vanila dan juicy fruits.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/berry-macaron.jpg)