Vaksinasi Covid19
BPOM: Efikasi Vaksin Pfizer Usia 16 tahun Keatas 95,5 persen, Remaja usia 12-15 tahun 100 persen.
Kepala BPOM mengatakan efikasi vaksin Pfizer pada usia 16 tahun keatas adalah 95,5 persen dan pada remaja usia 12-15 tahun adalah 100 persen.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 Pfizer yang diproduksi oleh Pfizer dan BioNTech, pada Rabu (14/7).
Hal tersebut diumumkan oleh Kepala BPOM Penny Lukito saat konferensi pers virtual penerbitan EUA vaksin Covid-19 dari Pfizer, Kamis (15/7).
Penny Lukito mengatakan, vaksin Pfizer dengan platform messenger RNA (mRNA) yang dapat diberikan untuk mereka yang sudah berusia 12 tahun ke atas, dengan dua kali penyuntikkan dalam rentang waktu tiga minggu.
“Jadi vaksin ini bisa diberikan kepada remaja usia diatas 12 tahun keatas yang diberikan secara injeksi intramuskular dengan dosis 0,3 mili,” ungkap Penny.
Penny menyebutkan, bahwa BPOM juga menyatakan telah melakukan kajian bersama Tim Ahli Komite Penilai Vaksin Covid-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), mengenai keamanan dan efikasinya vaksin Pfizer tersebut.
Baca juga: Bertambah Satu Lagi Vaksin Covid-19 di Indonesia, Pfizer dan BioNTech Telah Dapat Izin BPOM
Dalam kajian tersebut, hasilnya menunjukkan secara umum keamanan vaksin Pfizer dapat ditoleransi pada semua kelompok usia.
“Kejadian reaksi yang paling sering timbul dari penggunaan vaksin ini antara lain nyeri pada bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan demam,” ujar Penny.
Sementara pada hasil uji klinis fase tiga, menunjukkan efikasi vaksin Pfizer pada usia 16 tahun keatas adalah 95,5 persen dan pada remaja usia 12-15 tahun adalah 100 persen.
“Data imunogenisitas menunjukkan pemberian dua dosis vaksin Pfizer dalam selang tiga minggu ini menghasilkan respon imun yang baik,” ungkap Penny.
Baca juga: Persiapan Vaksinasi Covid Anak 12-17 Tahun, Serta Pertolongan Pertama Bila Ada Efek Samping
Menurut Penny, penilaian terhadap data untuk vaksin Pfizer tentunya dilakukan sama seperti semua vaksin yang telah di evaluasi BPOM, yaitu mengacu kepada pedoman evaluasi untuh vaksin yang berlaku secara internasional dan hasilnya telah memenuhi standar persyaratan mutu vaksin.
Penyimpanan vaksin di suhu minus 90 derajat celcius
Penyimpanan vaksin Pfizer membutuhkan lemari pendingin khusus dengan ultra low temperature yang suhunya minus 90 derajat sampai dengan minus 60 derajat celcius yang tentunya perlu dikawal dalam proses pendistribusiannya.
“Namun, PT Pfizer telah menyiapkan sarana dan prasarana sampai ke titik penyuntikkan yang bekerja sama dengan Kemenkes untuk bisa menjalankan proses pendistribusian dengan baik,” ungkap Penny.
Siap Suplai 50 Juta Vaksin
PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE mengumumkan disepakatinya perjanjian dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyediakan 50 juta dosis vaksin Covid-19 (BNT 162b2), di sepanjang tahun 2021.