Breaking News:

Formula E

Anggota DPRD DKI Minta Anies Baswedan Lupakan Mimpi Menggelar Ajang Formula E di Ibu Kota

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, minta Anies Baswedan bangun dari mimpi menggelar Formula E.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk memendam mimpinya menggelar ajang balap mobil Formula E pda 2022, karena keadaan ibu kota yang tertekan virus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk melupakan ajang balap Formula E di Ibu Kota. Pasalnya, Jakarta masih dilanda pandemi Covid-19, dan turnamen tersebut telah dilewati hingga dua musim dari 2020 sampai 2021.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta Anies untuk berpikiran realistis dan melupakan mimpinya dalam menyelenggarakan Formula E di Jakarta.

Baca juga: Naik Mobil Komando Bersama Kapolres dan Dandim Bekasi, Rahmat Effendi Woro-woro ke Pasar Baru Bekasi

“Sebaiknya lupakan saja ambisi menyelenggarakan Formula E dan tarik kembali uang rakyat yang nilainya hampir Rp 1 triliun. Jangan lagi banyak beralasan dan retorika kosong,” katanya yang akrab disapa Ara ini, Rabu (14/7/2021).

Ara mengatakan sebagai Ibu Kota Negara RI, seharusnya Jakarta mempunyai wibawa dan berani memberi respon keras terhadap pengumuman lokasi Formula E tersebut.

Dia menilai nama Jakarta bisa saja tetap tercantum dalam jadwal itu dengan status tentatif, namun dengan absennya nama Jakarta pada jadwal sementara memperlihatkan Ibu Kota tidak diperhitungkan dalam kancah Formula E.

“Pembayaran yang menggunakan uang rakyat senilai nyaris Rp 1 triliun juga tidak menjamin Formula E berlangsung, ini mau ditunda hingga kapan? Ingat tahun 2022 Jabatan Gubernur Anies akan berakhir,” katanya.

Baca juga: Dirdja Wihardja Nilai Bonus Rp 5 Miliar Wajar untuk Atlet Peraih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Dalam kesempatan itu, Ara juga mendesak Anies mengambil langkah tegas dan mencabut keikutsertaan Jakarta sebagai bakal penyelenggara Formula E serta menarik kembali uang sebesar Rp 1 triliun.

Terlebih uang tersebut amat sangat dibutuhkan pada pandemi Covid-19 yang dihadapi warga Jakarta saat ini.

“Jangan bilang Jakarta tidak punya dana untuk pandemi Covid-19 kalau belum mau memperjuangkan pengembalian dana Rp 1 triliun di Formula E,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro dan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI telah melakukan pembayaran biaya penyelenggaraan Formula E kepada FEO senilai 53 juta pound sterling atau setara Rp 983.310.000.000.

Baca juga: Terinspirasi dari Formula E, Michelin Ciptakan Ban untuk Kendaraan Listrik

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved