Jumat, 17 April 2026

HP dan Uang Disikat Teman Sendiri, Ateng Sesegukan Dikhianati Sesama Pengendara Vespa Gembel

Ateng sesegukan di pinggir jalan setelah ditinggal teman sesama pengendara vespa ekstrem atau vespa gembel yang mengambil hp dan uangnya.

Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ateng sesegukan di pinggir jalan menceritakan pedihnya dikhianati teman-temannya sesama pengendara vespa gembel. Ia kini terpaksa mengemis di pinggir jalan mengumpulkan uang agar dapat pulang kampung ke Padang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dua tahunan di Jakarta bersama delapan teman-temannya, Ateng, salah satu pecinta vespa ekstrem atau vespa gembel kini merasakan sakit hati akibat hp dan uangnya dibawa kabur rekan-rekannya.

Hal ini membuat pria kelahiran Padang, Sumatera Barat ini telantar dalam kesendirian dan terpaksa mengemis di pinggiran jalan.

Mengenakan pakaian lusuh, Ateng mengandalkan sebuah kardus mie untuk meminta sedekah dari orang-orang yang melintas.

Baca juga: Pengemis Musiman Mulai Berkeliaran Menjelang Lebaran, Sudin Sosial Jakarta Pusat Tangani 445 PMKS

Vespa gembelnya tak bisa bergerak akibat koplingnya rusak. Teman-temannya pun menghilang dan hanya meninggalkan luka di hatinya.

"Teman-teman aneh. Kawan boleh dilawan, asalkan kawan jangan dimakan men," cetusnya kepada Warta Kota, di Pesing, Jakarta Barat, Selasa (13/7/2021).

Ia tak menyangka handphone (hp) hasil keringatnya disikat teman-temannya sendiri.

Baca juga: Cerita Haru Bhabinkamtibmas Bojonggede Bogor Buka Puasa Bersama Warga, Naik Vespa Tua Bawa Kolak

Padahal hp tersebut ia gunakan untuk komunikasi dengan ibunya yang berada di Padang.

Sembari menangis sesegukan, Ateng menjelaskan dirinya yang mengandalkan persaudaraan akhirnya dihianati.

Dibalik penampilannya yang sangar, dengan tato dan anting besar di telinga dan tindik di sekujur tubuh, Ateng tetaplah manusia yang bisa merintih dan menangis dalam kesedihan.

Baca juga: Cerita Pengemis Berpenghasilan Rp 18 Juta per Bulan, Sehari Rata-rata Rp 600 Ribu, Kini Bangun Rumah

Tak hanya hp, uangnya yang tak seberapa pun disikat pula. Padahal uang itu rencananya akan ia kirimkan sebagian ke ibunya untuk berobat.

"Sekarang baru tau, ternyata teman dienakin seperti itu. Saya sekarang masa bodoh saja sama mereka. Mereka tidak tau bagaimana rasanya mencari uang itu. Ibaratnya minta-minta pun saya lakukan. Mereka saya baikin, saya temani, tetapi balasannya seperti ini," tambahnya.

Ateng sendiri telah berada di lingkungan vespa ekstrem sejak 2009 lalu.

Di jalanan, dirinya bertahan dengan mengandalkan kebaikan orang-orang.

Baca juga: Dua Residivis Berdalih Berikan Hasil Curian ke Pengemis, Kasat Reskrim: Biar Kayak Robin Hood Gitu?

Ia pun berharap agar segera bertemu dengan rekan-rekannya untuk meminta kejelasan maksud dari rekan-rekannya.

Meski dihianati oleh teman sepersaudaraan, Ateng mengaku hanya menyesalkan kelakuan teman-temannya.

Namun ia tak menyesal terjun ke vespa ekstrem atau dikenal vespa gembel.

"Saya mendapat saudara juga disini, bisa menjelajah nusantara. Ini rencana mau ke wilayah timur, sebelum pulang ke Padang," tuturnya. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved