Sabtu, 18 April 2026

Berita Jakarta

Niken Tuding Data Dirinya di JAKI Bocor, Lurah Pisangan Baru Membantah: Tidak Ada yang Membocorkan

Selama penindakan, kata dia petugas Satpol PP Jakarta Timur tidak ada yang membocorkan data diri pelapor di aplikasi Jaki.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
warta kota/miftahulmunir
Screen Shoot Twitter Niken Purnama. Dia protes pada Pemprov DKI karena pelaporannya ke aplikasi JAKI justru menuai protes dari warga. Dia minta Pemprov DKI bisa memperbaiki aplikasi tersebut agar keamanan pelapor bisa dilindungi. 

WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Niken Purnama merasa data dirinya bocor di aplikasi Jaki paska melaporkan warga yang tidak patuh dengan protokol kesehatan (Prokes) beberapa waktu lalu.

Lurah Pisangan Baru, Tuti Sugihastuti mengatakan, dirinya sudah menindak lanjuti laporan warga Jalan Sukun 8 RT 09/01, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Selama penindakan, kata dia petugas Satpol PP Jakarta Timur tidak ada yang membocorkan data diri pelapor di aplikasi Jaki.

"Terkait dengan berita adanya kebocoran si pelapor kami juga bingung, sumbernya dari mana itu bisa bocor," ucap dia Senin (12/7/2021).

Baca juga: Firli Akan Panggil Anies sebagai Saksi Korupsi Pengadaan Lahan, Ferdinand Bungah: Rakyat Mendukung!

Sehingga, Tuti yakin tidak ada petugas yang menyebutkan nama Niken karena pelapornya dalam aplikasi juga anonim.

Sebab, petugas tidak ada yang tahu nama dari pemilik akun di aplikasi Jaki.

"Kami yakin petugas tidak membocorkan karena kami tidak tahu siapa yang melaporkan ke jaki itu," tutur dia.

"Dasar kami ke lapangan adalah aplikasi Jaki, di Jaki sendiri pelapornya adalah antonim," sambung Tuti.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sangat menjamin kerahasiaan data pemilik akun Jaki.

Baca juga: Pandemi Masih Selimuti Negeri, Jokowi Ajak Warga Minta Pertolongan kepada Allah SWT

Ia juga sudah berkoordinasi dengan ketua RT dan RW terkait dengan viralnya kasus dugaan kebocoran data diri pemilik akun Jaki.

Dari hasil laporan ketua RT dan RW, bahwa tidak ada warga yang lakukan intimidasi kepada pelapor.

"Sampai detik ini, tidak ada yang namanya intimidasi kepada yang bersangkutan," ujar dia.

Niken sampaikan keluhan

Diberitakan sebelumnya, Niken Purnama yang melaporkan warga Jalan Sukun delapan, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur berharap Pemprov DKI memperbaiki lagi sistem apliksi JAKI.

Sebab, ia merasa data dirinya bocor setelah warga mengetahui kalau dirinya yang melaporkan pelanggar protokol kesehatan ke aplikasi JAKI.

Baca juga: Lapor Lewat Aplikasi JAKI, Identitas Warga Ini Malah Diungkap Petugas saat Menindak Pelanggar Prokes

"Harapan saya JAKI itu sudah bagus, jadi kayak ada harapan untuk warga yang gelisah lapor ke sana ke sini, sekarang bisa di JAKI," katanya, Senin (12/7/2021).

Jangan sampai, kata Niken, semua pelapor di aplikasi JAKI ini mendapatkan nasib yang sama sepertinya.

Ia harus mendapatkan intimidasi dan bullying dari warga sekitar kediamannya yang tidak terima dilaporkan.

"Saya minta ada jaminan dari Lurah, bukan enggak ada tindakan, supaya pembullyan ini berakhir," ucapnya.

Ia juga sudah melaporkan kebocoran data ini ke akun resmi Pemprov DKI Jakarta di akun twitter.

Ia juga sudah dihubungi pihak penanggung jawab aplikasi Jaki dan menjelaskan duduk perkaranya.

Baca juga: Kantor Layanan Bank DKI Jadi Sentra Vaksinasi Covid-19, Calon Peserta Bisa Daftar dari Aplikasi JAKI

"Tapi enggak tau gimana follow-upnya karena warga masih ngatain saya dan keluarga saya," jelasnya.

Sebelumnya, Niken Purnama seorang wanita yang melaporkan warga Jalan Sukun Delapan RT 09/01, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur mendapat intimidasi.

Pasalnya, Satpol PP melakukan penindakan kepada warga di sana lantaran mengabaikan protokol kesehatan.

Niken menceritakan, setelah dirinya melaporkan pelanggaran prokes di sana, Satpol PP Jakarta Timur dengan cepat bergerak.

Namun, setelah itu warga menjadi tahu kalau yang melaporkan ke Aplikasi JAKI adalah Niken yang menggunakan akun anonim pada Jumat (9/7/2021).

Ia pun curiga kalau data dirinya yang menggunakan akun anonim ini bocor dan disebarkan oleh petugas Satpol PP.

Baca juga: MRT Gelar Vaksinasi Covid-19 Sinovac Besok, Pendaftaran Lewat Aplikasi JAKI, Berikut Persyaratannya

"Hari berikutnya warga teriak-teriak di depan rumah pas sore, ibu-ibu lah itu woi pakai masker lu semua dibikin viral nanti, jaga jarak," ujar Niken meniru suara ibu-ibu yang mengintimidasinya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved