Breaking News:

Gawai

Jam Pintar Oppo Band Dilengkapi Fitur Pengecekan Saturasi Oksigen Secara Akurat

jam pintar Oppo Band yang memilki sejumlah fitur pemantau kesehatan, termasuk mengecek saturasi oksigen dalam darah

dok. Oppo Indonesia
Fitur SpO2 dalam perangkat jam pintar Oppo Band bisa mengecek kadar oksigen di dalam darah 

Alat ini paling sering ditempelkan di ujung jari dan sering dipakai untuk perawatan kritis, misalnya ruang gawat darurat atau rumah sakit.

Tujuan dari pemeriksaan menggunakan oximeter tak lain untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Cara Menggunakan Oximeter

Dikutip dari england.nhs.uk, inilah cara menggunakan Oximeter:

- Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan Oximeter

- Tempelkan Oximeter di jari. Penggunaan Oximeter tidak akan menyakitkan

- Pastikan Anda tidak memakai cat kuku atau kuku palsu pada jari yang akan ditempeli Oximeter

- Pastikan tangan dalam kondisi hangat. Kemudian istirahatkan tangan di dada selama lima menit

- Nyalakan oksimeter

- Kemudian pasang klip oksimeter ke jari telunjuk atau jari tengah

- Perhatikan angka pada oksimeter

- Ketika angka-angka pada oksimeter telah berhenti berubah, tulis angka tersebut dalam selembar kertas atau buku

- Pada angka dengan tulisan PR bpm merujuk pada seberapa cepat jantung berdetak

- Sementara pada angka dengan tulisan %SpO2 merujuk pada kadar saturasi oksigen dalam darah

Kadar Oksigen Normal pada Pasien Covid-19

Dilansir Kompas.com, pada orang yang normal atau dalam kondisi sehat, angka batas minimal saturasi oksigennya adalah 95 persen.

Sehingga normalnya akan berada di kisaran angka 95-100 persen.

Demikian dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, dr M Irfan SpPD pada Rabu (3/2/2021).

"Kalau orang yang sehat itu biasanya angkanya sekitar 98 sampai 100 persen di oximeter."

"Karena itu, jika terinfeksi Covid-19, sangat penting memiliki oksimetri di rumah," kata Irfan.

Irfan juga menegaskan, saat level saturasi oksigen di bawah angka 95 persen, maka harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat.

Fungsi oximeter, kata Irfan, juga untuk mencegah terjadinya happy hipoxia yang tak terdeteksi sehingga bisa mengancam jiwa.

Happy hypoxia (silent hypoxemia) adalah kurangnya kadar oksigen di dalam jaringan darah, tetapi tanpa ada gejala yang muncul atau keluhan yang dirasakan pasien.

Happy hipoxia yang terjadi secara terus-menerus akan mengakibatkan organ tubuh akan terganggu fungsinya.

Terutama organ-organ penting tubuh, seperti jantung, otak, dan ginjal.

Pasien Covid-19 yang tidak bergejala atau hanya memiliki gejala ringan juga bisa mengalami happy hipoxia karena menurunnya kadar saturasi oksigen yang tak disadari.

Jika tak segera diatasi, akibatnya bisa terjadi kegagalan organ yang tidak diketahui, dan bisa berujung pada kematian.

Penulis: Fandi Permana

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved