Gawai
Jam Pintar Oppo Band Dilengkapi Fitur Pengecekan Saturasi Oksigen Secara Akurat
jam pintar Oppo Band yang memilki sejumlah fitur pemantau kesehatan, termasuk mengecek saturasi oksigen dalam darah
Lewat Oppo Band, Mengecek Saturasi Oksigen Bisa Dilakukan Lewat Oppo Band Secara Real Time
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengecek kondisi tubuh seperti tekanan darah dan kadar oksigen bisa dilakukan perangkat wearable atau IoT.
Salah satunya melalui jam pintar Oppo Band yang memilki sejumlah fitur pemantau kesehatan.
Salah satunya adalah bisa memantau tingkat oksigen dalam darah (SpO2) atau saturasi oksigen secara terus menerus, terutama saat tidur.
Bahkan perangkat ini akan memberikan catatan durasi tidur dan tahap tidur.
Perangkat Oppo Band tetap bekerja meski pengguna sedang tidur nyenyak.
Baca juga: Hadirkan Produk Terbaru, Oppo Perkenalkan Ponsel Ringan A16 Seharga Rp2 Juta
Meski digunakan saat organ-organ tubuh beristirahat, fitur Oppo Band tetap mengonfirmasikan kadar saturasi secaara akurat saat pengguna akan bangun.
Pengecekan SpO2 atau dikenal sebagai saturasi oksigen, adalah ukuran jumlah hemoglobin pembawa oksigen dalam darah relatif terhadap jumlah hemoglobin yang tidak membawa oksigen.
Dalam keterangan resmi Oppo, Senin (12/7/2021), melalui perangkat ini, pengguna bisa mendeteksi secara dini kadar oksigen dalam darah.
Apabila hasil pemantauan SpO2 menunjukkan kadar oksigen rendah maka hal ini tentu sangat berfungsi untuk pengguna dalam mendeteksi terinfeksi virus corona atau mengalami happy hipoxia.
Baca juga: Waspada Pasien Covid Mengalami Happy Hypoxia, Terlihat Normal Namun Beresiko Fatal
Kadar oksigen rendah saat ini menjadi indikator yang relatif terlambat bagi seseorang yang terkena paparan Covid-19, terutama varian Delta.
Diketahui, tingkat saturasi oksigen 95 persen dianggap normal untuk kebanyakan orang sehat.
Tingkat oksigen di bawah 92 persen menunjukkan adanya potensi hipoksemia, atau kekurangan oksigen mencapai jaringan dalam tubuh.
Untuk mengaktifkan aktivasi otomatis pemantauan SpO2 berkelanjutan saat pengguna tidur, buka aplikasi HeyTap Health di smartphone, buka "Kelola> Lainnya> Latihan dan Kesehatan", dan aktifkan "Pantau SpO2 selama Tidur"
Baca juga: Inilah 7 Website Info Covid-19 Berisi Update Kamar Rumah Sakit, Tabung Oksigen, Ambulans, Obat
Selain untuk memantau SpO2, OPPO Band juga bisa untuk memonitor denyut jantung secara real-time.
Jika ada kelainan yang terdeteksi, pemantauan detak jantung sepanjang waktu akan mengingatkan kamu untuk melanjutkan aktivitas dengan hati-hati dengan mengirimkan peringatan getar.
Mengukur dengan Oximeter
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) menyarankan pasien Covid-19 untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah.
Syaratnya, mereka adalah pasien Covid-19 yang tidak bergejala dan gejala ringan.
Seorang pasien Covid-19 dikatakan tidak bergejala jika frekuensi napas terhitung 12-20 per menit dengan tingkat saturasi oksigen lebih dari 95 persen.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien Covid-19 selama menjalani isolasi mandiri di rumah.
Satu di antaranya menyediakan oximeter/oksimeter dan termometer di rumah.
Imbauan untuk menyiapkan oximeter di rumah juga pernah dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa waktu lalu.
Lantas, apa itu oximeter?
Oximeter adalah sebuah alat kecil seperti klip yang berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen.
Dikutip dari healthline.com, oximeter adalah tes non-invasif dan tanpa rasa sakit yang dapat mengukur tingkat saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah.
Oximeter dapat secara cepat mendeteksi perubahan kecil dalam seberapa efisien oksigen dibawa ke ekstremitas terjauh dari jantung, termasuk kaki dan lengan.
Oximeter adalah sebuah alat kecil seperti klip yang berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen.
Dikutip dari healthline.com, oximeter adalah tes non-invasif dan tanpa rasa sakit yang dapat mengukur tingkat saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah.
Oximeter dapat secara cepat mendeteksi perubahan kecil dalam seberapa efisien oksigen dibawa ke ekstremitas terjauh dari jantung, termasuk kaki dan lengan.
Alat ini paling sering ditempelkan di ujung jari dan sering dipakai untuk perawatan kritis, misalnya ruang gawat darurat atau rumah sakit.
Tujuan dari pemeriksaan menggunakan oximeter tak lain untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh.
Cara Menggunakan Oximeter
Dikutip dari england.nhs.uk, inilah cara menggunakan Oximeter:
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan Oximeter
- Tempelkan Oximeter di jari. Penggunaan Oximeter tidak akan menyakitkan
- Pastikan Anda tidak memakai cat kuku atau kuku palsu pada jari yang akan ditempeli Oximeter
- Pastikan tangan dalam kondisi hangat. Kemudian istirahatkan tangan di dada selama lima menit
- Nyalakan oksimeter
- Kemudian pasang klip oksimeter ke jari telunjuk atau jari tengah
- Perhatikan angka pada oksimeter
- Ketika angka-angka pada oksimeter telah berhenti berubah, tulis angka tersebut dalam selembar kertas atau buku
- Pada angka dengan tulisan PR bpm merujuk pada seberapa cepat jantung berdetak
- Sementara pada angka dengan tulisan %SpO2 merujuk pada kadar saturasi oksigen dalam darah
Kadar Oksigen Normal pada Pasien Covid-19
Dilansir Kompas.com, pada orang yang normal atau dalam kondisi sehat, angka batas minimal saturasi oksigennya adalah 95 persen.
Sehingga normalnya akan berada di kisaran angka 95-100 persen.
Demikian dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, dr M Irfan SpPD pada Rabu (3/2/2021).
"Kalau orang yang sehat itu biasanya angkanya sekitar 98 sampai 100 persen di oximeter."
"Karena itu, jika terinfeksi Covid-19, sangat penting memiliki oksimetri di rumah," kata Irfan.
Irfan juga menegaskan, saat level saturasi oksigen di bawah angka 95 persen, maka harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat.
Fungsi oximeter, kata Irfan, juga untuk mencegah terjadinya happy hipoxia yang tak terdeteksi sehingga bisa mengancam jiwa.
Happy hypoxia (silent hypoxemia) adalah kurangnya kadar oksigen di dalam jaringan darah, tetapi tanpa ada gejala yang muncul atau keluhan yang dirasakan pasien.
Happy hipoxia yang terjadi secara terus-menerus akan mengakibatkan organ tubuh akan terganggu fungsinya.
Terutama organ-organ penting tubuh, seperti jantung, otak, dan ginjal.
Pasien Covid-19 yang tidak bergejala atau hanya memiliki gejala ringan juga bisa mengalami happy hipoxia karena menurunnya kadar saturasi oksigen yang tak disadari.
Jika tak segera diatasi, akibatnya bisa terjadi kegagalan organ yang tidak diketahui, dan bisa berujung pada kematian.
Penulis: Fandi Permana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fitur-spo2-dalam-perangkat-jam-pintar-oppo-band.jpg)