Virus Corona
Pasien yang Terpapar Covid-19 dan Sembuh, Tak Perlu Langsung Vaksinasi
Ketua Rumah Lawan Covid-19, untuk penyintas Covid-19 yang telah sembuh, tidak perlu melakukan vaksinasi lagi dalam waktu dekat.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico |
WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG -- Kasus Covid-19 di Tangsel masih meningkat, perlu diketahui ternyata setelah sembuh, para pasien yang sudah terkena virus Covid-19 tak perlu langsung vaksinasi.
Menurut Suhara Manullang, Ketua Rumah Lawan Covid-19, untuk penyintas Covid-19 yang telah sembuh, tidak perlu melakukan vaksinasi lagi dalam waktu dekat.
"Jika pasien yang sudah terkena Covid-19, maka jika sudah sembuh, imun tersebut sudah terbentuk, tujuan dari pada secepatnya penangan Covid-19 kan terbentuknya imunitas," Ungkapnya di RLC, Serpong, Tangsel, Sabtu (10/7/2021).
Video: Lebih dari 50 Pasien Covid-19 Datang untuk Perawatan Poli Covid-19
Ia mejelaskan, yang perlu di ingat oleh masyarakat, vaksin adalah virus yang dilemahkan, sehingga ketika sudah terkena virus Covid-19 dan sembuh, berarti orang tersebut sudah terbentuk imunitasnya.
"Untuk penyintas, kan sudah tertular virus benerannya, apakah perlu di vaksin lagi, karena kita ketahui vaksin itu adalah virus yang dilemahkan, didalamnya ada bagian dari virus, dengan tujuan yang sama, untuk membentuk imunitas,"terangnya.
Ia menyampaikan, setelah orang sembuh dari Covid-19, untuk 3 bulan kedepan tidak diharuskan mengikuti vaksin, karena sudah terbentuk antibodinya.
Baca juga: Cara Mengunduh Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Menurut Divisi Humas Polri, Simak Penjelasan Lengkapnya
Baca juga: Anies Baswedan Optimistis Target Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Bisa Tercapai di Akhir Agustus 2021
"Setelah 3 bulan, untuk penyintas Covid-19 silahkan kalau mau di vaksinasi," terangnya.
Ia juga menyampaikan, Rumah Lawan Covid-19 (RLC) sejak di resmikan sudah menampung 3634 pasien, yang sudah sembuh dari Covid-19 3251 pasien, untuk yang masih di rawat ada 233 orang, untuk yang waiting list ada 20 sampai 30 orang.
Ia mengklaim, untuk saat ini pasien yang masuk RLC tidak terlalu meningkat, karena pada awal pandemi bisa satu keluarga besar, tapi untuk saat ini biasanya hanya individu yang masuk RLC.
"Saya lihat saat ini tidak sporadis ya, kalo awal-awal itu sporadis ya, bisa sekeluarga, kalo sekarang lebih ke pada individu, tapi saat ini yang isolasi di rumah ini harus ada perhatian khusus," terangnya.
Baca juga: Percepatan Program Vaksinasi Covid-19, Polda Metro Jaya Kerahkan Puluhan Unit Mobil Vaksin Keliling
Ia juga menjelaskan, RLC adalah pusat karantina untuk orang yang terkapar Covid-19 di Tangsel.
saat ini difasilitasi 300 tempat tidur, tempat ini di khususkan untuk orang tanpa gejala atau bergejala ringan, ia juga menambahkan syarat yang di perbolehkan masuk RLC.
"Siapa saja bisa kesini, saya bagi 4 kelompok harus KTP Tangsel, yang bekerja di Tangsel, yang belajar di Tangsel, pasti kemanusiaan,"pungkasnya.
Baca juga: PDIP Apresiasi Keseriusan Jokowi-Maruf Jaga Harapan Rakyat di Tengah Pandemi Covid-19
Sabtu 10 Juli 2021: Pasien Sembuh 28.561 Orang
Sementara itu jumlah pasien Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 35.094 orang, per Sabtu (10/7/2021).
Sehingga, hari ini total ada 2.455.912 kasus positif Covid-19.
Hal itu seperti dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id.
Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 28.561 orang, sehingga total pasien sembuh ada 2.052.109 orang.
Baca juga: Masih Ada Masjid Gelar Salat Jumat Saat PPKM Darurat, MUI: Jangan Pakai Kacamata Kuda
Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 826 orang, sehingga total ada 65.457 pasien Covid-19 yang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juli 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus : 636.383 (25.9%)
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Mahasiswa hingga Ibu PKK Jadi Relawan Tangani Covid-19
JAWA BARAT
Jumlah Kasus : 440.379 (17.9%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus : 285.348 (11.6%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus : 189.705 (7.7%)
Baca juga: Jelang Idul Adha, Ini Jadwal Puasa Sunnah, Mulai Puasa Dzulhijjah, Arafah, hingga Tarwiyah
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus : 83.762 (3.4%)
RIAU
Jumlah Kasus : 74.899 (3.0%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus : 72.560 (3.0%)
Baca juga: Kurban Online, Bolehkah? Berikut Dalil Hukumnya
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus : 67.280 (2.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus : 61.689 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus : 55.675 (2.3%)
Baca juga: Pantau Ketersediaan Obat Covid-19, Kemenkes Bakal Luncurkan Aplikasi Pharma Plus
BALI
Jumlah Kasus : 54.079 (2.2%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus : 38.040 (1.5%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus : 37.176 (1.5%)
Baca juga: Panglima TNI Sebut Penggunaan Masker Bisa Cegah Covid-19 Hingga 95 Persen
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus : 31.147 (1.3%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus : 30.637 (1.2%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus : 27.808 (1.1%)
Baca juga: 3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Sasaran Mobil Vaksinasi Covid-19 Keliling
LAMPUNG
Jumlah Kasus : 24.378 (1.0%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus : 23.188 (0.9%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus : 22.933 (0.9%)
Baca juga: PPKM Darurat, Buddha Tzu Chi Salurkan Bantuan Puluhan Ribu Ton Beras ke Seantero Jawa untuk Warga
PAPUA
Jumlah Kasus : 21.503 (0.9%)
ACEH
Jumlah Kasus : 20.140 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus : 17.424 (0.7%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus : 16.811 (0.7%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus : 14.669 (0.6%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus : 14.274 (0.6%)
JAMBI
Jumlah Kasus : 13.935 (0.6%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus : 13.466 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus : 13.087 (0.5%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus : 12.447 (0.5%)
BENGKULU
Jumlah Kasus : 11.671 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus : 10.465 (0.4%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus : 6.526 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus : 6.251 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus : 6.164 (0.3%). (*)
(m30)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/policovid.jpg)