Jumat, 15 Mei 2026

Pandemi Covid 19

Tantowi Yahya Ceritakan Dua Hal Penyebab Keberhasilan Selandia Baru Tangani Covid-19

Tantowi Yahya Ceritakan Dua Hal Penyebab Keberhasilan Selandia Baru Tangani Covid-19. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa |
Warta Kota/Mochammad Dipa
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya menjelaskan cara pemerintah Selandia Baru menangani pandemi Covid-19 saat acara virtual Dialog Interakif Nasional Sukses Selandia Baru dan Erpa Kendalikan Covid-19 yang diselenggarakan Tribunnews.com, Kamis (8/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih terjadi di hampir seluruh negara yang ada di dunia. Bahkan sudah ditemukan varian baru yakni Delta akibat mutasi virus Covid-19 ini.

Namun sejauh ini, ada beberapa negara mendapat sorotan internasional lantaran dinilai cukup berhasil menekan penyebaran Covid-19 lewat berbagai respons kebijakan pemerintah negara setempat yang akhirnya sukses menekan laju penyebaran Covid-19 dan rendahnya angka kematian akibat virus menular ini.

Selandia Baru merupakan negara yang cukup menjadi sorotan internasional karena dinilai mampu menangani krisis kesehatan pandemi Covid-19. Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengatakan, ada tiga hal yang dilakukan pemerintah Selandia Baru dalam menangani Covid-19.

Pertama, menutup semua perbatasan wilayah, kedua melakukan lockdown baik secara lokal dan nasional, serta ketiga partisipasi seluruh penduduk Selandia Baru yang berjumlah 5 juta orang untuk mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19.

Baca juga: Awal Pandemi Covid-19 Seperti Mendapat Uang Kaget, Penjualan Tanaman Saat Ini Menurun

“Memang tidak semua penduduk Selandia Baru mendukung kebijakan pemerintah, oposisi sangat kuat di parlemen tapi kalau sudah menyangkut isu keselamatan bersama mereka bersatu apapun latar belakang mereka,” ungkap Tantowi dalam acara virtual Dialog Interakif Nasional Sukses Selandia Baru dan Erpa Kendalikan Covid-19 yang diselenggarakan Tribunnews.com, Kamis (8/7).

Tantowi mengatakan bahwa penduduk Selandia Baru memliki kepatuhan yang tinggi terhadap aturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.  

“Penduduk Selandia Baru patuh terhadap hukum dan respect tehadap pemerintah. Disuruh lockdown ya lockdown, disuruh tidak keluar rumah ya nggak keluar rumah, disuruh pakai masker kalau naik transportasi umum, displin semuanya dan mereka takut betul menjadi agen penularan Covid-19 dan ketakutan bersama itu yang membuat suasana semakin kondusif,” ungkap Tantowi.

Menurut Tantowi, langkah menutup diri atau lockdown seperti dilakukan oleh Selandia Baru hanya bisa dilakukan oleh negara tertentu, yaitu jumlah penduduknya tidak banyak dan negara tersebut memiliki tabungan yang banyak, karena biaya ekonomi negara untuk melakukan lockdown sangat mahal, apalagi bagi negara yang menggantungkan perekonomiannya dari sektor wisata.

Baca juga: Ini Tanggapan Jubir Presiden Soal Indonesia Turun Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah

“Karena ini (Selandia Baru) negara kecil dan tabungannya banyak, maka bisa bertahan diri dengan cara menutup diri,” ungkapnya.

Tantowi menyebut, Selandia Baru telah beraktivitas normal seperti biasa dan warga tak perlu lagi mengenakan masker. Kendati demikian, Tantowi mengatakan protokol kesehatan yang diterapkan saat lockdown masih terbawa di kehidupan masyarakat hingga kini.

Testing secara masif dilakukan di Inggris

Selain Selandia Baru, negara yang juga dinilai berhasil menangani pandemi Covid-19 adalah Inggris. Berbeda dengan Selandia Baru yang sempat melakukan lockdown total, Inggris justru melakukan tes Covid-19 secara masif dan jumlahnya besar.

Pengajar Program Pascasarjana Bidang Kesehatan Masyarakat di University of Derby, Inggris, Dono Widiatmoko mengatakan, tes Covid-19 yang dilakukan pemerintah Inggris tidak hanya PCR tapi juga tes antigen yang dibagikan oleh semua orang yang keluar rumah.

“Contohnya anak-anak sekolah diberikan tes antigen gratis, tiap anak yang bersekolah harus tes antigen seminggu dua kali dan bagi yang positif harus isolasi mandiri. dan harus dilakukan seminggu dua kali,” ucapnya Dono dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Daftar APP Calon Hakim Mahkamah Agung di CPNS 2021? Ternyata Begini Proses Pendidikan Calon Hakim

Vaksinasi terus digenjot

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved