Breaking News:

Darurat Oksigen

Polda Metro Bekuk Pelaku Penipuan dengan Modus Jual Tabung Oksigen Lewat Medsos

Jajaran Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku penipuan bermodus menjual tabung oksigen medis melalui media sosial Instagram.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Budi Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memaparkan jajarannya yang berhasil membekuk tiga pelaku penipuan bermodus menjual tabung oksigen medis melalui media sosial Instagram. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku penipuan bermodus menjual tabung oksigen medis melalui media sosial Instagram.

Tiga pelaku yang dibekuk adalah warga Sulawesi Selatan dan merupakan satu jaringan. Mereka adalah ATKG, SA dan AS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ketiga pelaku memiliki peran masing-masing.

Baca juga: Bagi yang Butuh Isi Ulang Oksigen di Tangsel, Berikut Alamat dan Nomor Telepon yang Bisa Dihubungi

"Tersangka ATKG perannya menawarkan melalui akun Instagramnya @uminacollection_99. Lalu SA pemilik rekening BTPN yang jika ada orang beli uangnya masuk ke rekening SA. Serta tersangka AS yang menyediakan rekening penampung," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/7/2021).

Menurut Yusri, kawanan ini menawarkan tabung oksigen medis ukuran satu kubik seharga Rp 750.000. Sementara harga pasaran Rp 250.000.

"Tapi setelah tabung oksigen dipesan dan dibayar lewat transfer rekening. Tabung oksigen tidak juga dikirimkan. Jadi mereka ini seolah-olah memiliki dan menjual tabung oksigen, padahal tidak," kata Yusri.

Baca juga: Lagu The Prayer Jadi Inspirasi Pertamina Foundation Berikan Bantuan 59 Tabung Oksigen di 4 Kota

Disinyalir kata Yusri sudah banyak warga yang tertipu oleh kawanan ini. Sebab di rekening mereka diketahui ada uang Rp10 Juta yang diduga hasil penipuan.

"Tapi yang baru melaporkan dua korban. Yakni satu warga Jakarta Utara dan satu lagi warga Jakarta Pusat," kata Yusri.

Menurutnya, para pelaku memanfaatkan situasi karena banyak masyarakat yang mencari tabung oksigen.

"Kemudian tiga tersangka memanfaatkan momen tersebut dengan menawarkan tabung oksigen melalui media sosial," ujarnya.

Karena perbuatannya kata Yusri pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 UU ITE, dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Baca juga: Pastikan Ketersediaan Obat dan Oksigen, Wakil Bupati Bogor Minta Satgas Covid-19 Razia Toko Obat

"Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved