Minggu, 26 April 2026

Usaha Kuliner

Sempat Tutup Imbas Pandemi, Warung Soto Haji Usman Ali di Ciputat Bangkit Lagi, Begini Strateginya

"Ini berdiri mulai tahun 1979 ya, jadi udah sekitar 40 tahunan. Awalnya Warung Sederhana, terus berubah jadi Rumah Makan Soto Betawi Haji Usman

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Rumah Makan Haji Usman Ali, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT TIMUR --- Berdiri sejak tahun 1979, Rumah Makan Soto Haji Usman Ali masih ada sampai hari ini.

Suryati pemilik Rumah Makan Soto Haji Usman menjelaskan nama Haji Usman adalah ayahnya sendiri yang merupakan pendiri usaha warung makan tersebut.

"Ini berdiri mulai tahun 1979 ya, jadi udah sekitar 40 tahunan. Awalnya namanya Warung Sederhana, terus berubah jadi Rumah Makan Soto Betawi Haji Usman Ali dari 1980,"ungkap Suryati ditemui Wartakotalive.com di Rumah Makan Soto Haji Usman di kawasan Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (8/7/2021).

Soal menu, kata Suryati, yang paling digandrungi pengunjung di warung makan ini adalah Soto Betawi.

Namun selain soto betawi, ada juga Pecak Lele dan Sayur Asam yang tidak kalah enaknya.

Wanita yang akrab disapa Mpok Ati ini pun menceritakan suka duka di saat awal pandemi terjadi.

Ketika itu tempat usahanya yang sudah laris manis ini sempat tutup karena pemasukan dari penjualan sejak pandemi sangat sedikit hanya 30 persen.

"Kerugian saat pandemi sangat banyak, awal pandemi kita sempat tutup karena pemasukan cuma 30 persen, saat itu pelanggan sedikit, tapi pengeluaran banyak sekali," ujarnya

Setelah melakukan pertimbangan yang matang, Suryati memutuskan untuk membuka warung sotonya dengan banyak pengurangan.

Seperti pengurangan pegawai, gaji atau upah, juga pengurangan menu makanan.

Penambahan penghasilan pun sempat dirasakan Mpok Ati tatkala ada kebijakan pemerintah memperboleh masyarakat makan di tempat.

"Kenaikan pendapatan seperti dulu belom ada, sampai akhirnya diizinkan untuk makan ditempat, itu omzet udah mulai naik sampai 60 persen," tuturnya.

Namun kenaikan omzet ini tidak berlangsung lama, karena ada kebijakan baru lagi yaitu Pemberlakuan Perbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

ika dirata-ratakan, presentase pendapatan dari pembeli yang makan di tempat dengan pesan melalui online jumlahnya sama.

Namun karena sekarang tidak diperbolehkan makan ditempat, otomatis usaha warung makan yang ia jalani saat ini mengalami kerugian lagi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved