Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

Habib Rizieq Disebut sebagai Satrio Piningit, Ferdinand Tak Terima, Singgung Kasus Chat Mesum

Ferdinand Hutahaean heran apabila ada yang menyebut Habib Rizieq Shihab sebagai Satrio Piningit.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews
Ferdinand Hutahaean 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean sama sekali tidak percaya atas pernyataan budayawan Ridwan Saidi yang menyebutkan Habib Rizieq Shihab merupakan satrio piningit.

Ia menyebutkan, dalam cacatan yang ada, Satrio Piningit kelak akan datang dari Tanah Jawa.

Ferdinand juga menggambarkan sosok Satrio Piningit memiliki wajah yang tampan dan berwibawa.

Baca juga: Di Usia 72 Tahun, Aktor Senior Mark Sungkar Dituntut 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Korupsi

Dia pun heran apabila ada yang menyebut Habib Rizieq Shihab sebagai Satrio Piningit.

Bahkan, Ferdinand menyinggung terkait kasus chat mesum yang pernah dituduhkan kepada Habib Rizieq.

Baca juga: Aksi Bela KPK di Banjarmasin oleh BEM se-Kalsel Ricuh, Mahasiswa Terlibat Bentrok dengan Polisi

"Ramalan Jayabaya tentang Satria Piningit itu menuliskan bahwa "Satria Piningumit itu seperti Batara Kresna (tampan, berwibawa) tegas seperti baladewa. Dan yang pasti Satrio Piningit itu datang dari Tanah Jawa, bukan dari Yaman. Tidak mungkin Satrio Piningit chat mesum..!" tulisnya di Twitter pada Jumat (2/7/2021).

"Ramalan Joyoboyo itu kemudian digubah oleh Ronggowarsito (1802-1873) yang poinnya adalah datangnya jaman Kolobendu yang secara “Condrosengkolo” datang pada tahun 1997 dan berakhir dengan jaman Kolosubo tahun 2025. Satrio Piningit itu orang Jawa, bukan orang Yaman..!!" imbuhnya.

Sebelumnya, Budayawan Ridwan Saidi memberikan pernyataan mengejutkan.

Ia menyebut bahwa Habib Rizieq adalah seorang Satrio Piningit, sosok yang selama ini kedatangannya ditunggu-tunggu.

"Kalau saya merujuk kepada kebudayaan jawa, Habib Rizieq itu adalah Satrio Piningit, orang yang ditunggu-tunggu," ujar Ridwan Saidi dalam channel Youtube Refly Harun, dikutip pada Jumat (2/1/2021).

Baca juga: Mbak You Meninggal, Pernah Bikin Geger Ramalkan Akan Ada Kerusuhan Besar hingga Jokowi Lengser

Baca juga: Sujiwo Tedjo Lebih Senang Melihat Presiden Dihina Rakyat, Begini Alasannya

Ridwan kemudian membandingkan kondisi sekarang dengan kondisi perpolitikan di tahun 1950an.

Dimana, terdapat perbedaan jauh dalam pengistilahan politikus.

"Kalau kritik kepada partai-partai itu cuma satu saja dalam pandangan kita dengan tahun 1950. Tahun 1950 itu ada yang mereka katakan politikus. Politikus itu mempunyai syarat intelektualitas, punya etika. Kalau sekarang istilahnya pekerja politik. Kalau nggak ada intelektual, nggak ada etika, itu namanya pekerja politik" ungkapnya.

Namun, ada perbedaan mencolok dengan politik tahun 1950, yang mana saat ini sosok idol type itu sudah muncul, yakni Habib Rizieq.

"Sekarang sudah ada idol type yang namanya Habib Rizieq, yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Nah benar kalau serius kawan-kawan di Front Persaudaran Islam tu tinggal dirinci program yang tadi, yang termasuk ada, intelektualitas kayaknya belum ada ya?" ungkapnya.

Baca juga: HRS Teriak Jokodok, Ruhut Sitompul Marah: Pak Jokowi Itu Diutus Allah Menyelamatkan Indonesia

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved