Minggu, 19 April 2026

Virus Corona

Harapan Baru dari Ivermectin sebagai Obat Covid-19, Sembuh dalam 10 Hari

Pada tahun 2012, penelitian menemukan bahwa ivermectin juga bisa menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Istimewa
Ivermax Ivermectin menjadi obat Covid-19 telah mendapat 'lampu hijau' untuk peredaran dan penggunaannya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  memberikan lampu hijau penggunaan ivermectin untuk menjalani uji klinik sebagai obat Covid-19 di Indonesia.

Obat ivermectin sudah digunakan di seluruh dunia selama 40 tahun dan digunakan lebih dari 4 milyar manusia sebagai obat anti-parasitik khusus cacing. 

Pada tahun 2012, penelitian menemukan bahwa ivermectin juga bisa menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV.

Kemudian pada tahun 2015, penemuan ivermectin dianugerahkan dengan Nobel Prize.

Ivermectin juga menjadi salah satu obat yang masuk dalam daftar obat esensial Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Dr Pierre Kory, Chief Medical Officer FLCCC (Front Line Covid-19 Critical Care Alliance)
mengatakan, untuk penanganan Covid-19, ivermectin telah digunakan di 33 negara,.

Serta telah melalui 60 uji klinis dan melibatkan lebih dari 549 ilmuwan, serta 18.931 pasien dari berbagai negara.

Baca juga: Uji Klinik Ivermectin untuk Obat Covid-19 Bakal Digelar di 8 RS, Termasuk RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Hasilnya membuktikan  ivermectin  efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19. 

Sebagai obat pencegahan, atau profilaksis, ivermectin efektif melawan Covid-19 rata-rata sebesar 85 persen.

Sementara sebagai pengobatan dini 76 persen dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70 persen. 

Penelitian terbaru, hasil menunjukan ivermectin dapat menghalang perkembangan varian baru Covid-19 seperti varian asal Inggris, Vietnam, dan India.

Dr Pierre Kory, mengatakan,  bukti nyata dari segi kuantitatif dan kualitatif menunjukan kemanjuran ivermectin sebagai obat melawan Covid-19 sangat luar biasa.

"Belum ada manusia yang tercatat meninggal karena mengonsumsi obat ivermectin," kata Pierre Kory saat konferensi pers, Senin (28/6/2021).

"Maka sejarah dan tingkat keamanan ivermectin dinilai sangat bagus oleh Front Line Covid-19 Critical Care Alliance."

 “Kami sudah memiliki data yang sangat banyak. Sudah tidak bisa lagi menyangkal dan beralasan untuk menunggu penelitian-penelitian dari negara berpenghasilan tinggi," ujarnya.

Baca juga: Ivermectin Percepat Penyembuhan Covid-19 dan Mencegah Kematian Pasien Kritis? Simak Penjelasan Ahli

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved