Minggu, 19 April 2026

Virus Corona Jakarta

DKI Siapkan Skenario Terburuk Dalam Penanganan Covid-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, skenario terburuk bila lonjakan kasus Covid-19 tak terkendali dan sulit dibendung.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Desy Selviany
Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Mall Slipi Jaya, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan skenario terburuk dalam penanganan Covid-19.

Skenario itu akan diterapkan ketika lonjakan kasus di Jakarta terus tinggi dan sulit dibendung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, skenario seperti itu merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.

Video: Anies Tinjau Sentra Vaksinasi Pekerja Media di Bentara Budaya Jakarta

Tujuannya untuk meminimalkan dampak kerugian dan nyawa masyarakat dapat lebih banyak terselamatkan akibat pandemi.

Misalnya, menambah jumlah tempat tidur isolasi dari ICU kembali ditingkatkan, termasuk meningkatkan kapasitas laboratorium dan jumlah tenaga kesehatan.

Namun dia berharap, kasus Covid-19 dapat mereda di Ibu Kota sehingga jumlah orang yang terpapar tidak melebihi kapasitas kesehatan yang disediakan.

Baca juga: Jubir Presiden Kisahkan Dua Koper Harus Selalu Siaga Setiap Dampingi Jokowi

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Aparat Diminta Tegas terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

“Kalau angkanya terus naik, suatu saat atau pada satu titik bakal terjadi irisan di situ. Jangan sampai jumlah Covid-19 melebihi fasilitas yang kami siapkan,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (28/6/2021) malam.

Untuk itu, kata Ariza, pemerintah meminta masyarakat untuk mematuhi prokes 5M, dan salah satunya tetap berdiam di rumah.

Masyarakat dapat bepergian bila ada keadaan mendesak.

“Jangan keluar rumah, terlebih anak di bawah 9 tahun dan orangtua di atas 60 tahun. Kemudian yang bekerja sudah diberi kesempatan untuk bekerja di rumah masing-masing, karena 25 persen saja yang bekerja di kantor atau tempat kerja kecuali yang esensial,” katanya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Bekasi Buka Lowongan Relawan Nakes dan Analis Covid-19

Dalam kesempatan itu, Ariza juga mengancam bahwa pemerintah bakal melakukan pengetatan yang lebih ekstra bila jumlah pasien melebihi faskes yang disediakan.

Pengetatan yang dimaksud misalnya membatasi orang keluar daerah atau orang luar daerah masuk ke Jakarta.

“Iya akan dibatasi juga, semua juga sekarang berpikir dua-tiga kali kalau mau bepergian keluar daerah. Semua kami minta hati-hati yang datang ke Jakarta atau keluar Jakarta, harus sesuai dengan prokes yang ketat,” jelasnya.

“Jadi perlu ada pengetatan dong, kami harus menghadang dari hulu yaitu disiplin warga dengan cara sosialisasi, dipantau dan diberi sanksi bagi yang melangar,” tambahnya.

Baca juga: Ivermectin Percepat Penyembuhan Covid-19 dan Mencegah Kematian Pasien Kritis? Simak Penjelasan Ahli

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved