Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

DAFTAR 35 Kawasan Pembatasan dan Pengendalian Mobilitas di Jadetabek, Diawasi Hingga Ditutup

Pembatasan sebelumnya hanya pada 10 titik ruas jalan atau kawasan, kini totalnya menjadi 35 titik atau kawasan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, evaluasi selama sepekan penerapan kebijakan pembatasan mobilitas di 10 kawasan dinilai sangat efektif dan berhasil menekan terjadinya kerumunan maupun pelanggaran protokol kesehatan. 

WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah kawasan pembatasan dan pengendalian mobilitas warga atau pengguna jalan, pada masa PPKM Mirko.

Pembatasan sebelumnya hanya pada 10 titik ruas jalan atau kawasan, kini totalnya menjadi 35 titik atau kawasan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, evaluasi selama sepekan penerapan kebijakan pembatasan mobilitas di 10 kawasan dinilai sangat efektif dan berhasil menekan terjadinya kerumunan maupun pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: LaporCovid-19: Tiga Pasien Meninggal karena Tidak Kebagian Ruang ICU pada 14-25 Juni 2021

"Menindaklanjuti itu, maka kegiatan tersebut akan kita lanjutkan, bahkan titiknya akan kita tambah."

"Total seluruhnya ada 35 titik di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya meliputi Jakarta, Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten, Depok, dan Tangerang Selatan," ujar Sambodo, Senin (28/6/2021).

Dari 35 titik itu, kata Sambodo, akan dibagi dua berdasarkan cara bertindaknya.

Baca juga: TNI Kerahkan 176 Nakes Tambahan, Ditempatkan di Wisma Atlet, Rusun Nagrak, dan Pasar Rumput

"Yakni, 21 kawasan dilakukan pembatasan mobilitas, dan 14 kawasan dilakukan pengendalian mobilitas," kata Sambodo.

Ia menjelaskan, pembatasan mobilitas berupa penutupan akses keluar masuk kendaraan di ruas jalan yang rawan menimbulkan kerumunan, mulai pukul 21.00 hingga pukul 04.00 setiap hari.

"Kecuali beberapa kendaraan masih boleh melintas, yakni penghuni yang ada di kawasan kendaraan yang berkaitan dengan kesehatan seperti ambulans, apotek, dan rumah sakit, tamu hotel, serta kendaraan dalam keadaan darurat."

Baca juga: Pemerintah Diminta Terapkan PSBB Ketat di Jawa Selama Dua Pekan Agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps

"Misalnya mobil pemadam kebakaran, kepolisan, ambulans, dari TNI, atau dari patroli penegak disiplin melintas maka diperbolehkan," jelas Sambodo.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved