Ali Mochtar Ngabalin: Bisa Jadi Jabatan Juru Bicara Presiden Dikosongkan
Yang pasti, kata Ali, KSP selalu terus berupaya memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tak mau ambil pusing soal anggapan komunikasi publik pihak Istana jelek.
Ia mengatakan, siapa saja berhak memberikan penilaian terhadap suatu kinerja.
Yang pasti, kata Ali, KSP selalu terus berupaya memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Baca juga: LaporCovid-19: Tiga Pasien Meninggal karena Tidak Kebagian Ruang ICU pada 14-25 Juni 2021
"Ya enggak apa-apa, artinya siapa saja boleh memberi penilaian itu dari mana pun datang.
"Tetapi bagi Presiden, bagi KSP, yang penting bagi kami masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan jelas," kata Ali kepada wartawan, Senin (28/6/2021).
Selama ini, menurut Ali, komunikasi publik Istana berjalan baik dan linier.
Baca juga: TNI Kerahkan 176 Nakes Tambahan, Ditempatkan di Wisma Atlet, Rusun Nagrak, dan Pasar Rumput
Setiap ada pertanyaan dari publik, KSP selalu berusaha memberikan penjelasan sebaik mungkin.
Komunikasi publik dari Istana, kata dia, selama ini dikoordinasikan oleh KSP, Kemensetneg, dan Sekretariat Kabinet.
"Umpamanya siapa saja yang bisa menelepon kami tidak akan terhalang, dan setiap ditanya pasti kami jawab, karena sudah mendapatkan penjelasan dari Bapak Presiden."
Baca juga: Pemerintah Diminta Terapkan PSBB Ketat di Jawa Selama Dua Pekan Agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps
"Kami sudah tahu strategi yang dilakukan oleh pemerintah atau Bapak Presiden, itu sebabnya pentingnya KSP," beber Ali.
Terkait siapa yang akan mengisi kursi Juru Bicara Presiden yang akan kosong karena Fadjroel Rachman dicalonkan menjadi duta besar, Ali mengatakan tergantung pada keputusan Presiden.
Bisa saja, kata dia, kursi Jubir tetap kosong, karena komunikasi publik di Istana telah berjalan dengan baik.
Baca juga: Kubu Moeldoko Gugat Menkumham ke PTUN, Partai Demokrat: Wujud Nyata Gila Kekuasaan, Memalukan!
"Bisa jadi (kosong), pertama tentu seberapa jauh tingkat urgensi dan kebutuhan yang nanti Pak Presiden lihat, karena selama ini juga berjalan normal saja, kan?"
"Yang pasti kami dari KSP akan all out itu, back up apa yang Bapak Presiden sampaikan pada publik."
"Kemudian kalau harus mendapatkan elaborasi penjelasan, pasti akan kami lakukan," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fadjroel_20170629_163524.jpg)