Covid19 Melonjak
Warga Pondok Mitra Lestari Geram, Minta Nakes Puskesmas Pantau Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri
Kasus temuan warga yang terpapar Covid-19 di RW 13 Pondok Mitra Lestrari, Jati Rasa, Jati Asih, terus meningkat seiring telah diterapkannya PPKM mikro
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kasus temuan warga yang terpapar Covid-19 di RW 13 Pondok Mitra Lestrari (PML), Jati Rasa, Jati Asih, terus meningkat seiring telah diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakan (PPKM) mikro sejak Sabtu (19/6/2021).
Ketua RW 13 Sugih mengatakan berdasarkan data, total warga yang positif terpapar Covid-19 mencapai 39 orang.
"Setelah puskesmas kembali melakukan tracing, total warga yang positif bertambah, tadinya ada 25 orang, sekarang 39 orang," ujar Sugih, Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Benyamin Davnie Operasikan RSUD Serpong Utara Akibat Krisis Ruang Perawatan bagi Pasien Covid-19
Ia menjelaskan para warga yang menjalani perawatan di rumahnya masing-masing membutuhkan panduan mengenai tata cara melakukan isolasi mandiri.
Terlebih lagi, pemantauan petugas Puskesmas Jati Rasa, dinilainya sangat minim.
"Kami kan sudah terapkan PPKM Mikro nih sesuai dengan anjuran pemda, sekarang kami minta kalau bisa dipantau terus warga kami yang isolasi mandiri. Jujur saja, mereka kebingungan," ungkapnya.
Terlebih lagi, mereka tak mengerti mengenai obat-obatan beserta vitamin yang harus dikonsumsi guna mempercepat proses pemulihan.
Para warga juga meminta kejelasan jadwal tes swab PCR lanjutan usai mereka dinyatakan positif.
"Banyak yang enggak tahu harus minum obat apa, vitaminnya apa. Mereka juga enggak tahu kapan lagi jadwal tes PCR dari puskesmas," kata Sugih.
Baca juga: 103 Warga Perumahan BCM Cikarang Positif Covid-19, Pemukiman Warga Lockdown Lokal
Saat ini, fasilitas umum dan sosial ditutup dan dilarang untuk dikunjungi warga, baik taman beserta tempat ibadah.
Sugih mengkhawatirkan hal yang menjadi penyebab tingginya kasus di Pondok Mitra Lestari adalah telah masuknya varian Delta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanti Rohilawati menyatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab tingginya angka kasus di Pondok Mitra Lestari.
Membutuhkan pemeriksaan laboratorium berupa Whole Genome Sequencing (WGS) sebelum pihaknya mencapai kesimpulan mengenai jenis varian Covid-19 di kawasan Pondok Mitra Lestari.
Baca juga: Polisi Akhirnya Tangkap Kakak Beradik yang Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang Mereka
"Kembali lagi untuk kepastiannya, saya belum bisa menyebutkan apakan ini varian delta atau bukan. Rencananya Minggu ini memang kami dinas kesehatan Pemkot Bekasi mengundang tim tersebut untuk mendapatkan masukan masukan apakah khususnya di Kota Bekasi sudah ada varian baru yang masuk atau memang ini masih varian yang lama," ucap Tanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mitra-lestari.jpg)