Kamis, 16 April 2026

Virus Corona Jakarta

Pagebluk Covid-19 Bikin Pendapatan DKI Jeblok, Setengah Tahun Cuma Terima Rp 11 Triliun

Hingga Senin (21/6/2021) atau triwulan kedua, penerimaan DKI baru menembus Rp 11 triliun atau 25,28 persen dari target perolehan Rp 43,84 triliun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Desy Selviany
Pagebluk Covid-19 di DKI Jakarta bikin realisasi pendapatan jeblok. Foto ilustrasi: Sekretaris Badan Pajak Retribusi Daerah DKI Jakarta Pilar Hendrani (kiri) saat sidak ke rumah pemilik kendaraan mewah yang menunggak pajak, Selasa (19/11/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Pagebluk Covid-19 di DKI Jakarta bikin realisasi pendapatan jeblok.

Hingga Senin, 21 Juni 2021 atau triwulan kedua, penerimaan DKI Jakarta baru menembus Rp 11 triliun, atau 25,28 persen dari target perolehan sebesar Rp 43,84 triliun.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Pillar Hendrani mengakui kabar itu.

Video: Data Covid-19 di Corona.jakarta.g.id Tidak Sama dengan Data di Lapangan

Namun, kata dia, secara umum kondisi saat ini lebih baik dibanding tahun lalu (year on year).

Pada tahun 2020 di periode yang sama, realisasi pendapatan DKI hanya Rp 10,76 triliun dari target Rp 32,94 triliun.

“Tahun lalu itu Covid-19 masuk di triwulan kedua atau April, kalau tahun sekarang kan sudah full Covid-19. Tetapi kami lihat hasilnya masih bisa lebih baik yang sekarang,” kata Pillar kepada wartawan pada Senin (21/6/2021).

Baca juga: Rusun Nagrak Dijadwalkan Tampung 33 Pasien Covid-19 pada Hari Pertama

Baca juga: VIDEO : Dirlantas PMJ Ungkap Pengecualian Dalam Pembatasan Mobilitas di Jakarta

Menurutnya, kondisi keuangan di Jakarta akibat pandemi Covid-19 memang tidak baik.

Hal itu disebabkan sektor-sektor usaha yang menjadi objek pajak dan retribusi, tidak dapat ditarik secara maksimal.

“Uangnya ada, tapi cukup atau tidak cukup saya tidak bisa berkomentar karena besaran kebutuhannya saya tidak tahu,” ujar Pillar.

Dia mengaku, organisasi perangkat daerah (OPD) Bapenda hanya bertugas pada mengejar pendapatan.

Baca juga: Jabat Presiden 3 Periode, PROJO: Kami Dukung Keinginan Jokowi Hanya 2 Periode

Sementara fungsi belanja ada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

“Kalau saya (Bapenda) hanya ditanya you (kamu) punya duit berapa? Karena mereka (Bappeda) yang gunakan untuk belanja, apa mungkin sama seperti tahun sebelumnya fokus pada Covid-19 (atau tidak),” katanya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved