Kesehatan
Fisik Kurang Aktif setelah Minat Olahraga Hilang Berpotensi Nyeri Sendi, Otot, dan Obesitas
Tidak berolahraga lagi berpengaruh buruk terhadap kesehatan, salah satunya gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan otot.
Penulis: LilisSetyaningsih |
Begitu pula dengan makanan tinggi kalori, tinggi purin dan dimasak bersuhu tinggi, mentega dan alkohol.
Baca juga: Kisah Nyata Wawan Hikal Kurdi, Pelopor Olahraga Paralayang di Bogor, Jadi Manajer PON Papua 2021
Secara umum, ada 5 hal dapat dilakukan untuk menghindari nyeri sendi dan otot yakni:
1. Tetap aktif fisik menggerakkan tubuh
Bangunlah dari duduk dan lakukan perenggangan setiap 20 atau 30 menit sekali selama 5 hingga 10 menit, secara berkala.
Lakukan aktivitas low-impact yang tidak membebani persendian, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, berkebun, senam, dan menari.
2. Melatih kekuatan otot
Latih kekuatan otot dengan mengangkat beban dan olahraga dengan resistance band dapat membantu memperkuat tulang dan tentunya otot yang menopang persendian.
3. Latih fleksibilitas dan keseimbangan
Sendi kaku akan menyulitkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Gerakan peregangan, yoga, dan tai chi lembut dan mudah bagi pemula dapat melatih rentang gerak pada persendian sekaligus membantu melenturkan sendi.
4. Siapkan pereda nyeri topikal atau antiinflamasi nonsteroid
Hal itu demi kenyamanan aktivitas fisik sehari-hari.
Jointfit Roller Gel dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan otot, dengan kandungan N-Asetil-D-Glukosamin dan mentolnya.
Diformulasikan dengan teknologi nano, gel ini juga diperkaya dengan vitamin E Nano yang dapat digunakan untuk memelihara kesehatan.
5. Konsultasikan ke Dokter
Jika nyeri berlanjut, konsultasikanlah obat yang tepat dengan dokter.
Tak ketinggalan, diskusikan gerakan-gerakan yang aman dan ideal dengan ahli terapi fisik atau pelatih berpengalaman untuk mendapatkan latihan fisik yang tepat sesuai kondisi. (*)