Kesehatan
Fisik Kurang Aktif setelah Minat Olahraga Hilang Berpotensi Nyeri Sendi, Otot, dan Obesitas
Tidak berolahraga lagi berpengaruh buruk terhadap kesehatan, salah satunya gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan otot.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandem virus corona atau Covid-19 telah menjadi motivasi yang baik bagi masyarakat untuk lebih banyak berolahraga dan tetap fit dalam menjalani keseharian.
Namun saat bersamaan, anjuran untuk menjaga jarak secara fisik dan restriksi melakukan kegiatan di lingkungan ramai dan fasilitas kebugaran, justru membuat masyarakat kehilangan minat olahraga.
Satu dari empat orang menurunkan intensitasnya berolahraga saat pandemi virus corona ini.
Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan tubuh tidak aktif secara fisik selama berada di rumah.'
Kemudian, tanpa disadari memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan, salah satunya gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan otot.
Baca juga: Aurel Hermansyah Rajin Olahraga Usai Keguguran, Atta Halilintar: Fokus Pilates, Boxing dan Muaythai
Cindy Gunawan, Senior General Manager Marketing Combiphar mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.
Oleh karena itu, masyarakat tetap bekerja dan beraktivitas dari rumah, seperti yang terus digaungkan oleh pemerintah.
Namun, menghabiskan waktu di depan layar komputer atau televisi sambil duduk terus-menerus dan mengurangi keaktifan fisik, kerap menjadi pilihan utama ketimbang olahraga.
Jika kebiasaan tanpa aktivitas fisik tetap dilakoni masyarakat selama sehari-hari, maka akan menimbulkan gangguan nyeri sendi dan otot menjadi perlu untuk diwaspadai.
"Meski terkesan sepele, nyeri sendi dan otot secara signifikan mampu memengaruhi mobilitas serta aktivitas sehari-hari," kata Cindy Gunawan, Senior Manager Marketing Combiphar seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (17/6/2021).
"Tetap aktif dan terus bergerak adalah hal terpenting yang harus dilakukan, selain untuk hindari nyeri sendi dan otot, juga agar kualitas kesehatan secara menyeluruh dapat terjaga,” ujarnya.
Baca juga: Ubah Stigma Golf Olahraga Mewah, Monas Golf Club Sasar Semua Golongan Bisa Main Golf
Dr Edo Adimasta, Medical Expert Combiphar mengatakan, duduk secara terus menerus selama lebih dari 40 menit, akan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar.
Duduk terus menerus jangka panjang dapat melemahkan otot di sekitar sendi.
Otot sekitar sendi mempunyai peran penting dalam mengurangi beban cepatnya keausan pada tulang rawan sendi, hilangnya fleksibilitas, dan nyeri pada sendi.
Nyeri sendi merupakan salah satu gejala paling sering yang dialami kebanyakan orang dengan gaya hidup tidak banyak bergerak.