Breaking News:

Virus Corona

WASPADA! Virus Corona Varian Delta Mengganas di Indonesia, Apa Perbedaannya dengan Varian yang Lama?

Masyarakat harus waspadai virus corona varian delta yang saat ini mengganas di Indonesia. apa perbedaan virus corona varian delta dengan varian lama?

Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
ilustrasi: Masyarakat harus mewaspadai virus corona varian delta yang saat ini mengganas di Indonesia. apa perbedaan virus corona varian delta dengan varian lama? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masyarakat harus waspadai virus corona varian delta yang saat ini mengganas di Indonesia.

Diketahui, virus corona varian delta di Indonesia tersebut terjadi sejak melonjaknya kasus Covid-19 setelah Idul Fitri.

Lalu, apa itu virus corona varian delta dan apa perbedaan virus corona varian delta dengan varian yang lama?

Khusus di Pulau Jawa, utamanya di Kudus, Jawa Tengah, virus yang mengganas ditengarai virus corona varian delta.

Baca juga: Ini Sebaran 145 Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia, Varian Delta dari India Mendominasi

Baca juga: Varian Delta dari India Memperburuk Kekebalan Tubuh Pasien Covid-19 Lansia

Baca juga: PERHATIAN! Varian Delta Covid-19 Sudah Masuk di Jakarta dan Kudus, Dapat Memperburuk Kekebalan Tubuh

Hal tersebut diketahui dari hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh tim dari FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dirilis Senin (14/6/2021).

Mengutip laman Kemenkes, Senin (14/6/2021) penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, yang terjadi setelah libur Idul Fitri.

Ketua Tim Peneliti WGS FK-KMK UGM Gunadi mengatakan, dari total 37 sampel yang diteliti, sebanyak 34 sampel telah keluar hasilnya. Sementara, 3 sampel tidak keluar hasilnya.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan 28 dari 34 sampel atau sekitar 82 persen, merupakan varian Delta (B.1.617) yang pertama kali terdeteksi di India.

"Varian Delta ini terbukti meningkat setelah adanya transmisi antarmanusia, dan sudah terbukti pada populasi di India dan di Kudus," kata Gunadi.

Gunadi mengatakan, temuan itu memperkuat hipotesis para peneliti bahwa peningkatan kasus di Kudus adalah karena adanya varian Delta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved