Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona Jakarta

Kepala Dinkes DKI Sebut Mutasi Covid-19 Baru Bikin Repot, Minta Masyarakat Waspada

Widyastuti mengatakan, penyebaran varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau Covid-19 dari luar negeri menjadi perhatian besar.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Balai Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 19 kasus Covid-19 varian baru atau variant of concern (VoC). Sebanyak 18 kasus berasal dari riwayat perjalanan luar negeri, sedangkan satu kasus merupakan transmisi lokal.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, penyebaran varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau Covid-19 dari luar negeri menjadi perhatian besar.

Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta.

“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar, dan varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan,” kata Widyastuti berdasarkan keterangannya pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: 49 Orang Tertular Mutasi Covid-19 B1617, 31 Nakes Terpapar Meski Sudah Pakai APD

Baca juga: Dinkes DKI Temukan 19 Kasus Covid-19 Varian Baru, Contoh Dua Varian Ini Harus Diwaspadai Bersama

Meski menurut penelitian terakhir, kata dia, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi virus varian baru ini benar-benar harus diwaspadai bersama.

Melihat Jakarta yang memasuki fase krusial dan mencegah agar tak masuk fase genting, Widyastuti memastikan seluruh jajaran Pemprov DKI kini tengah bekerja menyiapkan antisipasi jangka pendek terlebih dahulu.

Caranya dengan menambah semaksimal mungkin kapasitas keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR).

Sebab seperti diketahui, ada peningkatan keterisian pasien Covid-19. Per tanggal 31 Mei 2021 kapasitas tempat tidur isolasi di Jakarta mencapai 6.621 unit, dan yang terpakai 2.176 unit atau 33 persen.

Baca juga: BEM SI Bergerak Serukan Penyelamatan KPK, Ajak Semua Elemen Kepung Kantor Firli Cs pada Rabu Esok

Kemudian ketersediaan ICU sebesar 1.014 unit, dan yang terpakai 362 unit atau 36 persen.

“BOR kami naik signifikan, per tanggal 14 Juni kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 unit, sekarang sudah terisi 5.752 atau menyentuh 78 persen hanya dalam dua minggu. Dan ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71 persen. Dari 78 persen keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta,” jelasnya.

Seperti diketahui, Anies Baswedan memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak Selasa (15/6/2021) sampai Senin (28/6/2021) mendatang.

PPKM mikro kembali diperpanjang karena kasus Covid-19 di Jakarta dinilai mengkhawatirkan sebagai dampak liburan hari Raya Idulfitri 1442 H pada Mei 2021 lalu.

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan. Hingga per 14 Juni 2021, kasus aktif di Jakarta mencapai 19.096, atau naik 9.000-an kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Singgung Adanya 100 Ribu Buzzer Bergerak Setiap Hari, Rizal Ramli: Inilah Sampah Demokrasi

Baca juga: Hukuman Pinangki Dipangkas 6 Tahun, ICW: Benar-benar Keterlaluan, Merusak Akal Sehat

“Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 kasus dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9 persen,” tambah Widyastuti berdasarkan keterangannya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved