Breaking News:

Berita Jakarta

BPJS Kesehatan dan Pemkot Jakut Optimalkan Pelayanan Kesehatan Bagi Dua Penderita Penyakit Ini

“Optimalisasi rujukan horizontal difokuskan pada tiga program pengendalian TB, HIV, dan ANC,” ucap Bona, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Penandatanganan Surat Edaran Bersama pelaksanaan pelayanan rujukan horizontal di Jakarta Utara bagi peserta JKN KIS penderita Tuberculosis (TB), HIV, dan Antenal Care (ANC). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK --- BPJS Kesehatan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bersama Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan Indonesia (PKFI) menandatangani Surat Edaran Bersama pelaksanaan pelayanan rujukan horizontal di wilayah Jakarta Utara. 

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jabodetabek Bona Evita mengatakan ini untuk mengoptimalkan layanan FKTP bagi penderita Tuberculosis (TB), HIV, dan Antenal Care (ANC). 

“Optimalisasi rujukan horizontal difokuskan pada tiga program pengendalian TB, HIV, dan ANC,” ucap Bona, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (14/6/2021). 

Hal itu dilakukan sebagai upaya merasionalkan rasio rujukan vertikal.

Pasalnya rasio rujukan vertikal di Jakarta Utara hingga Mei 2021 masih sangat tinggi yaitu sebesar 19,66%. 

Kenyataan itu menandakan kualitas pengelolaan penyakit oleh FKTP sekarang ini belum optimal mengingat target yang dicanangkan selama ini adalah di bawah 14%. 

"Hasil diagnosa dokter di klinik terhadap peserta JKN KIS menjadi acuan rujukan ke Puskesmas terdekat. Obat-obatan untuk TB dan HIV sudah disediakan pemerintah di Puskesmas sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit," ucapnya.

Pada rujukan horisontal program TB dan HIV diharapkan nantinya Puskesmas bisa menjaring peserta JKN KIS terdiagnosa TB dan HIV serta memberikan pengobatan secara tepat. 

Sedangkan pada ANC, Puskesmas melakukan penapisan 4 risiko pada ibu hamil yaitu Anemia, Sifilis, HIV, dan Hepatitis B untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dan bayi nya kelak. 

Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan Surat Edaran Bersama ini dilakukan agar tercipta sinergi antar FKTP Puskesmas dan klinik pratama khususnya dalam pengendalian TB, HIV, dan ANC. 

"Ini adalah pelayanan rujukan horizontal yang pertama di DKI Jakarta, diharapkan Jakarta Utara bisa menjadi contoh terbaik," tuturnya 

Sehingga klinik yang telah memenuhi kriteria bisa memberi rujukan peserta JKN KIS ke Puskesmas dan bukan ke rumah sakit untuk memudahkan masyarakat dalam menjalani pengobatan berkala.

"Setelah penandatanganan surat edaran bersama akan dilanjutkan dengan sosialisasi dan monev secara berkala," ungkap Ali. 

Baca juga: Kabar Gembira buat Karang Taruna di Depok, Tahun Depan Bakal Terima Bantuan Dana Hibah Rp 50 Juta

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved