Breaking News:

Berita Bekasi

Penyidik Polres Bekasi Tangguhkan Penahanan Dukun Pengganda Uang Atas Dasar Pertimbangan Ini

"Jadi itu ditangguhkan, karena dia sakit, udah dibawa ke rumah sakit tuh di rontgen. Terus yang bersangkutan ini ada penyakit dalam, selama di dalam

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Herman alias Ustaz Gondrong yang telah memotong rambutnya menjadi pendek, Sabtu (12/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG --- Pihak Polres Metro Bekasi melakukan penangguhan penahanan terhadap Herman alias Ustaz Gondrong (42).

Ada pun alasan penangguhan penahanan dilakukan atas dasar kemanusiaan lantaran Herman mengalami sakit setelah ia menjalani pemeriksaan medis.

"Jadi itu ditangguhkan, karena dia sakit, udah dibawa ke rumah sakit tuh di rontgen. Terus yang bersangkutan ini ada penyakit dalam, selama di dalam (sel) kan dia batuk-batuk," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Odang saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Herman menderita infeksi paru-paru.

Polisi yang mengkhawatirkan penyakitnya berpotensi menular ke tahanan lain, kemudian memutuskan untuk melakukan penangguhan penahanan.

"Terus kita proaktif saja, kita bawa ternyata yang bersangkutan ada infeksi paru kalau tidak salah, tapi dia dirujuk ke ahli paru. Kalau itu dikhawatirkan kondisinya enggak baik kan bisa nular ke yang lainnya, maka itulah pertimbangan kita untuk melakukan penangguhan penanganan," ujarnya.

Meski begitu, Andi memastikan bahwa kasus yang menjerat Herman akan terus bergulir.

Herman yang awalnya dijadikan tersangka atas kasus persetubuhan di bawah umur, kini juga harus menghadapi meja hijau dengan dugaan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"Jadi dia ada dua kasus, yang di Polsek Babelan itu pasalnya dua, 372 sama 378. Kalau di polres cuma satu, kasus persetubuhan di bawah umur," kata Andi.

Sebelumnya, netizen dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi Herman saat menggandakan uang menggunakan media jenglot.

Ia kemudian diamankan polisi. Awalnya, masyarakat mengira Herman diamankan lantaran aksinya dinilai meresahkan.

Namun saat kepolisian merilis kasusnya pada Selasa (23/3/2021) lalu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menjelaskan bahwa Herman dipolisikan oleh mertuanya dengan laporan polisi nomor LP/362/291-SPKT/K/III/2021/SPKT/Resta Bekasi, tanggal 22 Maret 202, dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak. 

Kini, selain pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, Herman juga harus menjalani persidangan atas kasus penggelapan dan penipuan akibat aksinya saat berpura-pura bisa menggandakan uang. 

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved