Air Bersih
Fraksi PSI DPRD DKI Tagih Tiga Janji Anies Baswedan soal Air Bersih
Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menagih janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pengelolaan air bersih.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Pipa tersebut akan tersambung dengan proyek SPAM Jatiluhur I di Kementerian PUPR yang berkapasitas 4.000 liter per detik untuk melayani 1,6 juta warga atau 15,15 persen kebutuhan air minum Jakarta.
Baca juga: PT PAM Palyja Perbaiki Pipa, Distribusi Air Bersih di Sejumlah Wilayah Jakarta Barat Terganggu
Namun demikian, di dalam draf perubahan RPJMD yang diajukan ke DPRD, Anies melempar tanggung jawab pembangunan pipa distribusi SPAM Jatiluhur I kepada pemerintah pusat.
Alasannya DKI tidak memiliki anggaran yang cukup akibat adanya pandemi Covid-19.
Kata dia, proyek pipa distribusi tidak pakai APBD karena dikerjakan melalui skema KPBU yang dibiayai oleh investor swasta, sehingga alasan Anies dinilai terlalu mengada-ada.
“Setahu saya, Pemprov DKI hingga saat ini sama sekali belum melaksanakan proses lelang KPBU, persiapan lelangnya pun tidak dikerjakan. Ini menunjukkan bahwa Pak Anies mangkir dari tanggung jawab dan sama sekali tidak peduli dengan persoalan air bersih,” kata Eneng.
Sebelumnya, Kementerian PUPR menyatakan investasi proyek SPAM Jatiluhur I menelan biaya Rp 1,7 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun yang terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi dan 27,5 tahun masa operasi.
Baca juga: Kesadaran Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai Jadi Kunci Menjaga Ketersediaan Air Bersih Ibu Kota
Proyek ini digarap oleh Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT Wija Tirta Jaya Jatiluhur yang dibentuk oleh konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Tirta Gemah Ripah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anies-baswedan-dipuji-karena-bisa-mempengaruhi-sekjen-pbb-adalah-antnio-guterres.jpg)