Virus Corona Jakarta
Dinkes DKI Identifikasi 988 Klaster Keluarga Dengan Total 2.008 Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran
Dinas Kesehatan DKI Jakarta Identifikasi 988 Klaster Keluarga Dengan Total Sebanyak 2.008 Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
“Kemudian terdapat lima kecamatan penyumbang kasus terbanyak, yaitu Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus,” lanjutnya.
Dengan fenomena penyebaran Covid-19, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai sekarang mencapai 12.820 kasus.
Baca juga: Kebut Pemulihan DSP Danau Toba, Sandiaga Uno Finalisasi Rencana Besar Pengembangan Pariwisata
Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 440.554 kasus.
Dari jumlah itu, sebanyak 420.211 orang dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 95,4 persen.
Kemudian yang meninggal dunia ada 7.523 orang dengaan tingkat kematian 1,7 persen.
“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,4 persen, sementara persentase kasus positif secara total sebesar 10,8 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen,” ungkapnya.
Virus Corona Varian Baru
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 19 kasus Covid-19 varian baru atau variant of concern (VoC).
Sebanyak 18 kasus berasal dari riwayat perjalanan luar negeri, sedangkan satu kasus merupakan transmisi lokal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, hal itu terungkap setelah petugas secara aktif melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) sebanyak 649 orang.
Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya potensi VoC di kalangan masyarakat dengan gejala yang lebih berat.
“Terdapat 19 kasus Variant of Concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan 1 kasus transmisi lokal,” kata Dwi berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (10/6/2021).
Selain menggiatkan pemeriksaan WGS, Pemprov DKI Jakarta juga memasifkan pengetesan PCR.
Untuk target tes PCR dari WHO adalah 1.000 orang per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen).
Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wisma-atlet-jokowi.jpg)