Dampak Mudik Lebaran
Dinas Kesehatan DKI Deteksi Penambahan 1.400 kasus Covid-19 Akibat Mudik Lebaran
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendeteksi penambahan 1.400 kasus pasca-silaturahmi Hari Raya Idulfitri 1442 H.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendeteksi penambahan 1.400 kasus pasca-silaturahmi Hari Raya Idulfitri 1442 H pada 13 Mei 2021 lalu.
Mereka terdiri dari 800 klaster Covid-19 yang tersebar di lima wilayah Kota Jakarta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, 800 klaster ini terjadi pada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau silaturahmi saat lebaran beberapa waktu lalu.
Mereka yang terpapar Covid-19 justru kebanyakan yang naik kendaraan pribadi dibanding angkutan umum.
Baca juga: Ada Empat Klaster Covid-19 di Kebon Jeruk, Kapolsek: Dua Klaster Mudik dan Dua Klaster Pekerjaan
”Kebanyakan yang kena karena mereka pakai kendaraan pribadi, sementara kalau pakai kendaraan umum kan sudah pakai syarat antigen dan sebagainya baik berangkat maupun balik ke Jakarta,” kata Dwi, Kamis (10/6/2021).
Menurutnya, penyekatan terhadap pemudik yang naik angkutan umum lebih ketat dibanding yang naik kendaraan pribadi.
Meski petugas juga melakukan pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM) dan tes antigen kepada pengendara pribadi, namun pengecekannya itu tidak maksimal karena dilakukan secara acak.
“Karena sifatnya random tentu kan nggak mungkin melakukan pada semua orang, sehingga kami bisa melihat bahwa memang mayoritas dari yang menggunakan kendaraan pribadi yang terkena,” jelasnya.
Meski terdapat 800 klaster Covid-19, kata dia, namun jumlah orang di tiap klasternya cenderung rendah.
Dia menyebut, jumlah kasus di setiap klaster bervariasi, ada yang 1-2 kasus, 20 kasus, hingga 104 kasus seperti yang di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Ketika klaster teridentifikasi, petugas akan melakukan pemeriksaan genome sequencing kepada orang yang mengalami gejala atau kerabat pasien.
Tujuannya untuk pemetaan tipe virus yang beredar dan menginfeksi yang bersangkutan.
“Langkah itu membuat kami mempunyai peta virus yang baik sehingga kami bisa membuat kebijakan yang sesuai,” ujar Dwi.
Berdasarkan catatannya, 1.400 orang yang terinfeksi Covid-19 itu ada yang telah sembuh dan ada juga yang tengah menjalani isolasi.
Dia berharap masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/korban-virus-corona-di-wuhan-china.jpg)