Breaking News:

Dampak Mudik Lebaran

Dinas Kesehatan DKI Deteksi Penambahan 1.400 kasus Covid-19 Akibat Mudik Lebaran

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendeteksi penambahan 1.400 kasus pasca-silaturahmi Hari Raya Idulfitri 1442 H.

Chine Nouvelle/sipa/rex/dailaymail
Ilustrasi pasien Covid-19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendeteksi penambahan 1.400 kasus pasca silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada 13 Mei 2021 lalu. Mereka terdiri dari 800 klaster Covid-19 yang tersebar di lima wilayah Kota Jakarta. 

Ketika klaster teridentifikasi, petugas akan melakukan pemeriksaan genome sequencing kepada orang yang mengalami gejala atau kerabat pasien.

Tujuannya untuk pemetaan tipe virus yang beredar dan menginfeksi yang bersangkutan.

“Langkah itu membuat kami mempunyai peta virus yang baik sehingga kami bisa membuat kebijakan yang sesuai,” ujar Dwi.

Berdasarkan catatannya, 1.400 orang yang terinfeksi Covid-19 itu ada yang telah sembuh dan ada juga yang tengah menjalani isolasi.

Dia berharap masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Mereka ada yang sudah sembuh, mayoritas sih klasternya kecil-kecil tapi banyak. Jadi, tergantung kapan dia teridentifikasi dan kemudian isolasi sehingga bisa diputus rantai penularan,” jelasnya.

Baca juga: VIDEO : 4.000 Pekerja Transportasi di Jakarta Jalani Vaksin Covid-19

Sebelumnya, Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia atau Rekan Indonesia, Agung Nugroho, sudah mewanti-wanti dampak mudik Lebaran.

Ia mengatakan warga pulang ke kampung halaman sebelum adanya larangan mudik, maupun ketika kebijakan itu berlaku.

Ia merinci untuk pemudik yang berangkat sebelum kebijakan larangan mudik berlaku mencapai 457.849 orang.

Sedangkan, ada 657.873 orang mudik ketika larangan itu berlaku sejak 6-17 Mei 2021.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved