VIDEO Mikro Lockdown di Semper Barat, Satpol PP Segel Tempat Nongkrong Warga
Kepala Satpol PP Kelurahan Semper Barat Iqbal S menceritakan pihaknya menyegel tempat tempat yang selama ini dijadikan lokasi berkumpul warga
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING -- Sejumlah tempat nongkrong warga Jalan Tipar Cakung, RT 001 RW 04, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, disegel sebagai upaya pencegahan saat adanya penerapan mikro lockdown.
Kepala Satpol PP Kelurahan Semper Barat Iqbal S menceritakan pihaknya menyegel tempat tempat yang selama ini dijadikan lokasi berkumpul warga untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Jadi ini sebagai salah satu usaha preventif kami. Itu biasa ditempati warga, ibu-ibu nongkrong sore dan diyakini sebagai salah satu basis penularan,” ucap Iqbal, Jumat (4/6/2021).
Sehingga tidak ada lagi warga yang berkumpul di lokasi mengingat sekarang ini sudah diterapkan mikro lockdown seiring ditemukannya 23 orang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah tersebut.
Baca juga: VIDEO Ada Mikro Lockdown, Dapur Umum Didirikan di Semper Barat
Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 4 Juni 2021: Dosis Pertama 17.291.504, Suntikan Kedua 11.055.554 Orang
Baca juga: Wagub DKI Ariza Minta Masyarakat Belajar dari Kasus Covid-19 Semper Barat
“Dengan (dipasangi) police line diharapkan warga tidka berkumpul di situ,” sambungnya.
Selain itu nantinya juga dilakukan upaya-upaya preventif lainnya seperti keliling kampung utnuk mengingatkan warga agar menerapkan protokol kesehatan.
“Kita akan masuk, mengimbau kembali siang, sore untuk warga agar menerapkan protokol kesehatan sambil dipantau lagi perkembangan kedepan,” ucap Iqbal.
Baca juga: Mulai Jumat Ini Semper Barat Jakarta Utara Lockdown Lokal 10 Hari, Ini yang Harus Dilakukan Warga
Baca juga: Tracing Covid-19 Bakal Diperluas setelah Ditemukan Kluster Takziah di Semper Barat
Bersama unsur lainnya seperti TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Covid-19, mereka akan membantu warga apabila butuh edukasi perihal protokol kesehatan maupun swab test antigen.
“Ada juga peneguran bila memang ada warga kedapatan tidak pakai masker, bisa juga kita kasih tindakan bila kita sudah tegur tapi mereka masih ngeyel,” tegas Iqbal.
Rencananya aksi tersebut akan dilakukan setiap hari selama penerapan mikro lockdown hingga dinyatakan selesai yang rencananya akan digelar sampai dengan 10 hari kedepan. (jhs)