Senin, 4 Mei 2026

Berita Jakarta

Ada Kasus DBD di Ciracas Pemukiman Warga Difogging, Ini Waktu yang Tepat Lakukan Penyemprotan

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengungkapkan, ada warga RW 06 yang terjangkit DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, sehingga perlu fogging

Tayang:
istimewa
Foto permukiman warga di Jalan Pengantin Ali I, RT 10/RW 06, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, difogging.  

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Permukiman warga yang ada di Jalan Pengantin Ali I, RT 10/RW 06, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dilakukan fogging atau penyemprotan setelah ada kasus demam berdarah dengeu (DBD). 

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengungkapkan, bila sebelumnya ada warga RW 06 yang terjangkit DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti

"Fogging ini difokuskan di wilayah RW 06, karena adanya warga yang positif DBD,” kata Rikia, Sabtu (29/5/2021).

Rikia berharap setelah dilakukan fogging warga gencar melakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air.

"Fogging dilakukan oleh empat petugas dengan menggunakan dua mesin, serta menghabiskan satu liter cairan obat," ucapnya.

Baca juga: Warga Perumahan Bugel Karawaci Diserang Wabah DBD, PMI Kota Tangerang Lakukan Dua Langkah Ini

Baca juga: Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Minta Warga Kota Bekasi Waspadai Virus Corona dan Demam Berdarah

Rikia juga tidak lupa mengimbau supaya warga rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di area rumah dan sekitarnya mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti.

"Warga bisa jadi juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri di rumahnya masing-masing dan selalu membersihkan bak mandi, tempat penampungan air supaya tidak ada jentik nyamuk," katanya.

Pasalnya upaya fogging bukan bagian langkah pencegahan DBD karena dilakukan usai adanya kasus warga positif terjangkit DBD serta adanya ditemukan jentik aedes aegypti.

Kapan fogging dilakukan ? 

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi di kala musim hujan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Biasanya, salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya adalah dengan penyemprotan atau fogging.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri telah menyatakan seluruh wilayah DKI Jakarta ke dalam kategori waspada DBD pada Bulan Februari dan Maret 2019.

Oleh sebab itu, Pemprov DKI telah melakukan beberapa tindakan untuk menanggulangi kondisi tersebut, salah satunya dengan melakukan fogging.

Baca juga: Cegah virus Covid-19, Dokter Mobil Buka Layanan Home Servis Fogging dan Disinfektan

Tapi, sejauh manakah upaya ini bisa menanggulangi bahaya demam berdarah?

Efektivitas fogging untuk mengatasi demam berdarah

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved