Kabar Duka
Komposer Musik Gereja Yulius Panon Pratomo Dikremasi di Yogyakarta, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Jenazah komposer musik gereja Yulius Panon Pratomo akan disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY), Selasa malam ini.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
WARTAKOTALIVE.COM, SOLO - Jenazah komposer musik gereja Yulius Panon Pratomo akan disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY).
Dari RSUD Moewardi, Solo, jenazah Yulius Panon Pratomo akan dibawa ke PUKY yang berada di kawasan Sonosewu, Yogyakarta.
Rencananya, misa requiem Yulius Panon Pratomo akan digelar di PUKY, Selasa (25/5/2021) pukul 18.30 WIB.
Baca juga: Jenazah Komposer Musik Gereja Yulius Panon Pratomo Diautopsi, Polisi Mintai Keterangan 2 Saksi
Baca juga: Sempat Diberitakan Hilang, Komposer Musik Gereja Yulius Panon Pratomo Ditemukan Meninggal Dunia
Akun Instagram Nafsigira menginformasikan, jenazah Yulius Panon Pratomo akan disemayamkan di PUKY sampai Rabu (26/5/2021) pukul 07.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah pendiri Nafsigiri --sanggar untuk latihan vokal dan musik-- tersebut akan dikremasi di Prambanan, Sleman, Rabu besok.
Sementara itu polisi masih terus menunggu hasil autopsi dari RSUD Moewardi untuk mengetahui penyebab meninggal komposer musik gereja ternama itu.

Yulius Panon Pratomo ditemukan tidak bernyawa di Sungai Bengawan Solo, Dukuh Kembangan, Sidodadi, Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Senin (24/5/2021) siang.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi," kata Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Guruh Bagus Eddy Suryana dihubungi Wartakotalive.com, Selasa siang.
Menurut Guruh Bagus Eddy Suryana, kondisi mayat Yulius Panon Pratomo yang juga pelatih paduan suara itu diketahui sudah bengkak ketika ditemukan.
Baca juga: Pesepeda Meninggal Dunia saat Melintasi JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu, Diduga Serangan Jantung
Baca juga: Sri Mulyani Berduka, 67 Pegawai Kemenkeu Meninggal Terpapar Covid-19
"Kondisi korban sudah bengkak, kami tidak bisa menyimpulkan sehingga dilakukan autopsi," kata Guruh Bagus Eddy Suryana.
Saat ini, lanjutnya, polisi masih menantikan hasil proses autopsi jenazah Yulius Panon Pratomo.
Autopsi itu dilakukan atas permintaan keluarga.
Baca juga: Komposer Musik Gereja dan Pelatih Paduan Suara Yulius Panon Pratomo Dikabarkan Hilang
Baca juga: Lagu Jawara Cinta Milik Bian Gindas Viral di TikTok, Gara-gara Gabungkan Musik Melayu dan Dangdut
"Hasil lengkapnya, kita tunggu keterangan resmi," ucap Guruh Bagus Eddy Suryana seraya menyatakan sejauh ini polisi sudah memeriksa dua saksi.
Saksi itu adalah dari keluarga dan rombongan kelompok musik Yulius Panon Pratomo.
Baca juga: Band Naif Disebut Bubar hingga Muncul Surat Aneh dan Cacat dari Manajemen, Jarwo Tolak Tanda-tangan
Baca juga: Orasi Kebangsaan Gus Miftah Picu Polemik, BJ Habibie Sebut Gereja Tempat Menenangkan Ketika Bersedih
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, korban terakhir bersama rombongan musiknya Sabtu (22/5/2021).
Setelah itu, korban keluar rumah tanpa pamit dan tidak membawa alat komunikasi maupun dompet.
Ditemukan di Bengawan Solo
Komposer musik gereja dan pelatih paduan suara Yulius Panon Pratomo ditemukan meninggal dunia.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Senin (24/5/2021), Yulius Panon Pratomo diberitakan hilang dari rumahnya di Solo, Jawa Tengah.
Komposer musik gereja dan pelatih paduan suara tersebut dinyatakan hilang sejak Minggu (23/5/2021) subuh.

Informasi yang diperoleh Wartakotalive.com, Selasa pagi, menyebutkan, keluarga sudah memastikan Yulius Panon Pratomo meninggal dunia.
Elisabeth Retno Kawuri, istri Yulius Panon Pratomo, membenarkan bahwa mayat yang ditemukan di Sungai Bengawan Solo, Senin sore kemarin adalah suaminya.
"Pukul 21.52 WIB (Senin malam), Elis menyatakan bahwa mayat yang ditemukan di Bengawan Solo adalah suaminya," tulis informasi tersebut.
Baca juga: Romo Hani Rudi Berpesan pada Jemaat Gereja Katedral, Jangan Sampai Perbedaan Jadi Pemicu Perpecahan
Baca juga: Resmikan Renovasi Gereja di Penjaringan, Anies:Pemerintah Hadir untuk Segala Kebutuhan Umat Beragama
Setelah ditemukan di Sungai Bengawan Solo, jenazah Yulius Panon Pratomo lalu di autopsi di RS Muwardi, Solo.
Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Yus, sapaan akrab Yulius Panon Pratomo.
"Ada indikasi kekerasan tertentu yang menyebabkan kematian," tulisnya.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Mendiang Sapri Pantun Siapkan Nama Untuk Anak Keduanya yang Dilahirkan Sabtu Lalu
Baca juga: Krisdayanti Nyanyikan Ulang Hanya Memuji Bareng Sandhy Sondoro, Penyambung Napas di Industri Musik
Setelah kabar duka itu tersebar, akun media sosial Yulius Panon Pratomo dipenuhi komentar ucapan duka warganet yang merasa kehilangan panutan.
Antonia Filicia Esa Rindi, manajer Yulius Panon Pratomo, belum memberikan penjelasan terkait kabar duka tersebut.
Esa, sapaannya, belum menjawab sejak dihubungi Wartakotalive.com pada Selasa pagi.