UMKM
Kolaborasi BAKTI Kominfo dan idEA Bikin Literasi Digital Hibrid dan Bantuan Akses Permodalan UMKM
Pelatihan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang baru saja dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 20 Mei 2021.
Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif mengungkapkan pentingnya melakukan tindakan nyata untuk membantu pelaku usaha kecil membangun usahanya.
Baca juga: Teratas dalam Deretan TV Premium LG 2021, Keunggulan TV OLED evo Tak Cuma Kualitas Gambar
Baca juga: Mulai Rp 5,9 Juta Berteknologi Dolby Vision dan Atmos, Ini Deretan Fitur Canggih TV Pintar TCL A20
“Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan UMKM digital yang pernah dilaksanakan BAKTI pada tahun 2020,” tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, lanjut dia, 11% alumni pelatihan UMKM digital tahun 2020 yang menjawab survei menyampaikan kebutuhan permodalan menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan bisnis.
“Pemilihan kota-kota pelaksanaan juga mempertimbangkan beberapa hal. Faktor pertama adalah sebaran infrastruktur BAKTI seperti BTS, dan akses internet di kabupaten tersebut,” kata Anang.
“Mengingat pelatihan dilakukan secara online maupun offline, maka sinyal menjadi salah satu hal yang terpenting untuk mendukung pelaksanaan pelatihan,” tambahnya.
Sangat antusias
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga sangat menyambut baik apa yang digagas BAKTI Kominfo ini.
“Saat idEA dihubungi BAKTI untuk turut mendukung pelatihan ini, kami tentu sangat antusias,” ujar Bima.
Masih dalam kesempatan yang sama, Bima mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah maju.
“Kita tentu sama-sama mengerti bahwa selaih pelatihan digital, pendanaan juga merupakan hal yang ditunggu para pelaku UMKM. Setelah mulai mengenal sistem jualan online, mereka butuh modal untuk menerapkan ilmu untuk mengembangkan usaha mereka tersebut,” katanya.
Bantuan pendanaan permodalan
Sektor digital mungkin merupakan hal baru bagi sebagian besar pelaku UMKM Indonesia.
Pandemi telah “memaksa” mereka menjajal menjalankan usahanya secara digital.
Meski menjalankan usaha secara digital diklaim lebih minim biaya, namun tetap saja membutuhkan modal.
Pelaku UMKM yang terpukul keras, membutuhkan modal untuk bisa memulai kembali usahanya.
Hal ini menarik perhatian Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) Kementerian Keuangan, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk turut ambil peran dalam acara ini.
Ada bantuan pendanaan dan permodalan dari ketiga Lembaga tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/asosiasi-ecommerce-indonesia-idea_bakti-kominfo-pelaku-umkm-digital.jpg)