Kartu Prakerja

Penerima Program Kartu Prakerja Mengaku Lebih Percaya Diri, Ini Hasil Survei Cyrus Network

Pelatihan prakerja yang diikuti berguna untuk meningkatkan kompetensi, produktifitas, dan daya saing mereka dalam bekerja maupun berwirausaha.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Direktur Riset Cyrus Network Fadhli MR memaparkan hasil survei Cyrus Network terkait manfaat Program Kartu Prakerja yang dirasakan para penerimanya, Kamis (20/5/2021). 

- Apakah Program Kartu Prakerja bermanfaat?

- 97,1% Wirausaha penerima Program Kartu Prakerja mengaku lebih percaya diri

- Margin of error survei ini +-2, 24% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Apakah program Kartu Prakerja bermanfaat? Demikian banyak pihak menanyakan program yang digulirkan oleh pemerintah tersebut.

Menurut haril survei dari Cyrus Network, mayoritas penerima Program Kartu Prakerja mengaku, pelatihan yang diikuti berguna untuk meningkatkan kompetensi, produktifitas, dan daya saing mereka dalam bekerja maupun berwirausaha.

Baca juga: Airlangga: Kelompok Wirausaha Naik 13 Persen Setelah Terima Program Kartu Prakerja

Baca juga: Segera Siapkan Berkas untuk Kartu Prakerja Gelombang 17, Ini Syarat Pendaftarannya

"Beberapa indikator variabel mengenai kompetensi, daya saing  tenaga kerja, daya saing usaha, dan jiwa kewirausahaan yang ditanyakan pada para penerima program Kartu Prakerja dari tahun 2020. Mayoritas menyatakan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kompetensi, produktifitas dan daya saing mereka dalam bekerja maupun berwirausaha," tutur Fadhli MR Direktur Riset Cyrus Network dalam keterangan resminya, Kamis (20/5/201).

Misalnya pada indikator tentang kompetensi, 98,2% responden mengaku mendapat tambahan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan, 96% responden mengaku mendapat tambahan keterampilan setelah mengikuti pelatihan.

Begitu juga dengan sikap kerja di mana 93,9% responden mengaku mengalami perbaikan sikap setelah mengikuti pelatihan.

Baca juga: Menakar Efektifitas Kartu Prakerja dalam Membantu Angkatan Kerja Indonesia di Masa Pandemi

Baca juga: Apakah Saldo Pelatihan Prakerja Bisa Diuangkan Kembali? Begini Penjelasan Manajemen

Produktivitas dan daya saing

Dari sisi produktifitas, 91,9% responden mengaku mampu mengerjakan pekerjaan dengan lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan, sementara 86,2% mengaku mampu mengerjakan pekerjaan lebih banyak dibanding sebelum ikut pelatihan.

Mayoritas responden juga mengaku mampu mengerjakan pekerjaan secara tepat waktu.

Dari sisi daya saing pekerja, 92,3% dari responden berstatus pekerja menyatakan mampu bersaing dengan baik dalam perusahaan tempatnya bekerja.

Hanya 7,7 % yang menyatakan tidak setuju.

Selain itu, ada 83,8% dari responden yang bekerja/berstatus karyawan menyatakan setuju pelatihan yang diambil sesuai dengan kebutuhannya dalam bekerja.

Namun masih ada 16,2 % yang tidak setuju.

Adaptasi dan jiwa kewirausahaan

Di antara responden yang bekerja, 96,8% menyatakan mampu beradaptasi dengan baik di dunia kerja setelah mengikuti pelatihan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved