Kriminalitas

KPAI Soroti Aksi Anak-anak yang Terlibat Tawuran Hingga Sebabkan Seorang Pemuda di Kemayoran Tewas

KPAI Soroti Aksi Anak-anak yang Terlibat Tawuran Hingga Sebabkan Seorang Warga Kemayoran Tewas. Dinilai Terdapat Sejumlah Faktor yang Jadi Pemicunya

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dalam jumpa pers terkait kasus tawuran di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (20/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORAN - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina menyoroti empat remaja di bawah umur yang terlibat tawuran di Jalan Utan Panjang, Harapan Mulia, Kemayoran.

Apalagi dalam tawuran itu satu orang warga Kemayoran, Muhammad Lutfi tewas akibat senjata tajam pelaku tawuran. Kini delapan orang pelaku tawuran pun berhasil diamankan Polres Metro Jakarta Pusat.

"Di kasus ini jelas kita lihat bagaimana peran orang dewasa mungkin saja ikut merekrut anak-anak. Bahkan saya dengar bagaimana anak-abak didorong untuk terlibat dalam aksi tawuran itu," kata Putu Elvina di Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (20/5/2021).

Putu menyampaikan jika saat pandemi Covid-19, bahwa anak-anak khusus remaja yang masih duduk di bangku sekolah lebih banyak berinteraksi melalui media sosial.

Sehingga pengawasan dalam media sosial yang dinilai kurang, membuat anak-anak terjerumus dalam provokasi di medsos.

Putu menganggap bahwa peran orangtua sangatlah penting untuk mengawasi anak anak.

Tak hanya itu peran masyarakat dan tenaga pendidik pun kalah penting, hanya saja memang hal ini belum maksimal sebab angka kasus masih cenderung tinggi.

Baca juga: Rapid Test Massal di Apartemen Gading Nias Deteksi Covid-19, Penghuni Apartemen Dinyatakan Reaktif

"Ini yang kita harapkan agar kemudian adanya pemberatan, sanksi yang maksimal bagi pelaku-pelaku dewasa yang melibatkan anak-anak untuk ikut aksi kejahatan mereka," katanya.

Selain itu, Putu juga menyoroti mengenai penggunaan zat adiktif yang dilakukan oleh para remaja.

Ia menilai perkembangan anak, terkadang berkeinginan untuk merasa diakui di kelompoknya, sehingga memakai narkoba agar lebih berani.

"Secara psikologis, anak-anak itu butuh pengakuan, mereka sangat senang kalo mereka diakui menjadi bagian dalam kelompok walaupun klompoknya adalah premanisme. Disitulah mereka disalahgunakan utk kemudian harus berani," ujarnya.

Baca juga: Kedapatan Mudik Lebaran, Ratusan Warga Mampang Prapatan Diminta Jalani Swab Test Massal

Konsumsi Sabu

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan selain para pelaku yang berhasil diamankan terdapat yang positif narkoba, para pelaku juga didapati usai minum minuman keras.

"Setelah kita dalami dari 8 tersangka tersebut semuanya berbau alkohol dan yang lebih parah lagi, kita tes urin dua orang positif sabu," kata AKBP Setyo di Polres Metro Jakarta Pusat.

Atas hal itu, AKBP Setyo menyatakan bahwa narkoba memberikan stimulus yang berdampak buru terlebih bagi para remaja.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved