Berita Bekasi
Remaja Korban Rudapaksa Bintara Kota Bekasi Jalani Proses Penyembuhan Trauma
Korban rudapaksa di Kota Bekasi menjalani trauma healing atau pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bekasi.
Penulis: Rangga Baskoro |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI BARAT - Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Bekasi memberikan pendampingan kepada AS (15), korban rudapaksa.
Remaja tersebut menjadi korban rudapaksa di kediamannya, di Bintara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/6/2021).
Nur Hidayah, anggota tim Psikolog DP3A Kota Bekasi mengatakan, tingkat traumatis korban perlahan menurun setelah menjalani pendampingan.
"Traumatiknya berangsur ya, waktu kemarin masih 9. Sekarang sudah 7," kata Nur di Kota Bekasi, Selasa (18/5/2021).
"Tadi sudah bisa tidur meski masih harus ditemani oleh ibunya. Jadi memang proses trauma healing berangsur," katanya lagi.
Baca juga: Kronologi Perampok Bengis di Bekasi Masuk Rumah Korban dan Rudapaksa Anak Gadis Pemilik Rumah
Baca juga: VIDEO 2 Teman Pelaku Kasus Perampokan dan Rudapaksa ABG di Bekasi Dibekuk, Pelaku Utama Masih Buron
Penyembuhan traumatis yang dialami AS, kata Nur, bergantung dari keadaan korban terhadap kejadian yang telah dialaminya.
"Bisa benar-benar pulih. Caranya ada pada penerimaan diri bahwa kejadian itu dialaminya dan menyadari bahwa kita tidak bisa memilih sebuah kondisi tertentu," katanya.
Dukungan orangtua dan lingkungan di sekitar korban sangat dibutuhkan dalam percepatan kesembuhan mental AS.
Pihaknya juga terus-menerus memberikan bimbingan konseling terhadap korban rudapaksa.
"Setiap orang kan beda-beda, tapi kalau ini prognosisnya bagus. Karena setiap anggota keluarga mendukung. Mungkin juga keluarga besar mendukung," ujar Nur.
Baca juga: Pelaku Utama Kasus Perampokan Disertai Rudapaksa ABG di Bekasi Masih Buron
Baca juga: Dua Pelaku Kasus Perampokan Disertai Rudapaksa ABG di Bekasi, Positif Dua Jenis Narkoba
Sementara itu, Kasie Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Bekasi, Minie, korban rudapaksa itu kini lebih berhati-hati terhadap orang asing dan takut keluar rumah.
"Peristiwa itu membuat dia lebih hati-hati. Keluar rumah masih belum mau. Khawatir kalau orang itu (penjahat) balik lagi. Jadi pasti tentu itu sangat syok yang mendalam," tutur Mini.
Masih buron
Sementara itu, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polsa Metro Jaya bersama Polres Bekasi membekuk dua pelaku terkait kasus perampokan disertai pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.
Peristiwa tersebut terjadi di satu rumah di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021) lalu.