Vaksinasi Covid 19

Guru di Bekasi Belum Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Mengajar

Guru di Bekasi Belum Divaksin Tidak Boleh Mengajar. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Warta Kota/Desy Selviany
Seorang perawat dapat vaksinasi Covid-19 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat ini, sudah ada 2.012 tenaga kesehatan di Jakarta Barat yang mendapat vaksinasi virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Guru SMA/SMK/SLB di wilayah Bekasi, Jawa Barat tidak boleh mengajar saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang jika belum divaksin Covid-19.

Berdasarkan data pada aplikasi penerimaan vaksin Covid-19 dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, vaksinasi tahap pertama bagi guru dan tenaga kependidikan secara persentase mencapai 60 persen. Sedangkan vaksinasi tahap kedua masih diangka 25 persen.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono mengatakan, vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat guru untuk dapat mengajar saat PTM. Jika belum divaksin, mereka dilarang mengajar tatap muka karena berisiko penyebaran virus.

“Jika guru tersebut belum divaksin, maka tidak boleh mengajar,” ujarnya, pada Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Aldi Taher Minta Maaf pada Deddy Corbuzier, Bandingkan Sikap Kaesang dengan Uus Terhadap Dirinya

Ditegaskannya, penting bagi guru untuk divaksin Covid-19. Oleh karena itu, Asep berharap para guru tidak menyia-nyiakan program vaksinasi gratis dari pemerintah tersebut.

“Program pemerintah untuk vaksin itu kan di tahap pertama sampai akhir Mei, terus yang tahap kedua sampai akhir Juni. Nah ini yang harus diingat, jangan sampai vaksinnya habis terus guru baru sadar bahwa vaksin itu penting. Karena guru yang belum di vaksin mereka tidak diizinkan untuk mengajar nantinya,” tutur dia.

Ia juga meminta guru yang sudah divaksin untuk mengisi laporan penerimaan vaksin Covid-19 pada aplikasi Disdik Provinsi Jawa Barat.

Tak ada sanksi khusus bagi guru yang belum mengisi laporan tersebut. Namun demikian, pihaknya terus memberikan imbauan.

“Tidak ada sanksi, cuma yang namanya manusia kadang suka harus diingatkan terus. Jadi saya menghimbau kepada kepala sekolah dan pengawas untuk sedianya mengisi aplikasi vaksin yang diberikan oleh Disdik provinsi,” katanya.

Baca juga: IHSG Diprediksi Kembali Tertekan, Ini Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merencanakan akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 atau tahun ajaran baru 2021/2022.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah mendukung atas rencana segera digelarnya belajar tatap muka di sekolah.

Sebab, kecenderungan anak-anak mulai bosan dengan sistem pembelajaran online dan justru lebih banyak bermain handphone jika belajar di rumah.

"Ya saya pikir ada suatu anjuran yang dimungkinkan tatap muka dan gugus tugas memperbolehkan ya memang baik juga. Anak-anak kita di rumah kecenderungannya main HP terus ya kan," kata Holik, belum lama ini.

Dia menuturkan ada rasa anak-anak sekolah ini ingin berinterkasi secara langsung oleh guru dan teman-temannya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved