Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Pandemi Covid-19 PAD Kota Bogor Turun, Bima Arya Inginkan Komparitf dengan Wilayah lain di Jabar

Pandemi Covid-19 membuat PAD Kota Bogor turun. Bima Arya inginkan pembanding atau komparitf dengan wilayah lain di Jabar. Seperti Depok dan Bekasi.

Dok. Pemkot Bogor
Pandemi Covid-19 PAD Kota Bogor Turun, Bima Arya Inginkan Komparitf dengan Wilayah lain di Jabar. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pandemi Covid-19 PAD Kota Bogor Turun, Bima Arya Inginkan Komparitf dengan Wilayah lain di Jabar

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Syarifah Sofiah, Kepala Bappeda Rudy Mashudi melakukan kunjungan rapat kerja ke kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Rabu (5/5/2021).

Rapat kerja ini membahas beberapa hal, tak terkecuali terkait penurunan PAD Kota Bogor di masa Pandemi Covid-19.

Bima Arya mengatakan, secara umum PAD Kota Bogor turun 20 persen.

Ia pun meminta Bapenda untuk membuat tren penurunan PAD dengan perspektif komparatif kota lain di Jawa Barat.

Di antaranya Depok, Bekasi, Bandung dan lainnya. Komparatif ini untuk melihat apakah PAD kota lain juga mengalami penurunan atau sebaliknya tidak terdampak.

"Saya juga sangat ingin ada perspektif yang analitikal karena ini kan data, angka ini harus kita analisis sebagai bahan kita membuat kebijakan ekonomi recovery sekaligus mengatasi Pandemi Covid-19," tegasnya.

Baca juga: Di Penghujung Ramadan, Bima Arya Serahkan Bantuan Hibah untuk 2 Masjid di Kota Bogor

Bima Arya menuturkan, beberapa pajak daerah mengalami kenaikan seperti PBB-P2, namun untuk pajak hotel, hiburan dan parkir mengalami penurunan.

Menurutnya penurunan pajak ketiga ini perlu dianalisis apakah terjadi saat ada momentum Ganjil-Genap atau hal lainnya. Analisis ini perlu agar dalam membuat kebijakan ekonomi recovery bisa sesuai dan tepat sasaran.

"Saya selalu bilang dimana-mana, di Kota Bogor ada urban farming, wisata alam dan lainnya, ini ada dampaknya tidak. Juga terkait prokes ini memerlukan analisis lintas sektoral. Ada kebijakan yang tidak terlalu terdampak PAD, jadi harus lebih analitikal, jangan hanya menargetkan PBB-P2, BPHTB tapi harus menaikan pajak hotel, restoran dan hiburan juga," imbuhnya.

Baca juga: Penyekatan Mudik di Cibinong Bogor, Tak Punya Dokumen Perjalanan 13 Mobil Dipaksa Putar Balik

Halaman
12
Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved