Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, BPOM Temukan Berbagai Produk Pangan Ilegal Beredar selama Ramadan

Saat melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan BPOM menemukan berbagai jenis pangan ilegal yang beredar di sejumlah daerah selama Ramadan 1442 hijriah

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Joko Supriyanto
BPOM menemukan berbagai jenis pangan ilegal yang beredar di sejumlah daerah selama Ramadan 1442 hijriah/2021 masehi, Jumat (7/5/2021). Foto dok: Kepala BPOM RI, Penny K Lukito memerlihatkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan empat pabrik ilegal di Kalideres, Jakarta Barat. Jumat (25/1/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar razia di sejulam daerah.

Dalam razia itu BPOM menemukan berbagai jenis pangan ilegal yang beredar di sejumlah daerah selama Ramadan 1442 hijriah/2021 masehi.

"Selama Ramadhan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, Badan POM bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM, yang terdiri atas 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Loka POM di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan," kata Kepala Badan POM RI Penny K Lukito dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Video: Larangan Mudik, Penyekatan Pemudik di Perbatasan Serang

Hingga minggu keempat April 2021, petugas menemukan produk pangan impor Tanpa Izin Edar (TIE) terbanyak di lima wilayah kerja yaitu BBPOM di Jakarta, BBPOM di Serang, BPOM di Batam, BBPOM di Bandar Lampung, dan Loka POM di Tangerang.

Selain pangan TIE, kata Penny, hasil pengawasan juga menemukan produk pangan kedaluwarsa dan rusak.

Temuan pangan kedaluwarsa terbanyak ditemukan di wilayah kerja BPOM di Ambon, BPOM di Manokwari, BPOM Palu, Loka POM di Kepulaian Sangihe, dan Loka POM di Kepulauan Morotai.

Baca juga: Tak Lanjutkan Uji Klinis Vaksin Nusantara, RSPAD Lakukan Penelitian Ini, Tak Perlu Izin Edar BPOM

Baca juga: RSPAD Gatot Soebroto Janji Laporkan Efek Samping Vaksin Nusantara kepada BPOM, Ikuti Kaidah Ilmiah

Sementara, temuan produk pangan rusak terbesar ditemukan di wilayah kerja BBPOM di Serang, BBPOM di Yogyakarta, BBPOM di Makassar, BBPOM di Palembang, dan BPOM di Kendari.

“Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan yang dilakukan terhadap 2.011 sarana peredaran, baik dari sarana retail, gudang distributor atau importir,” katanya.

Menurut Penny, jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan Tahun 2020, hasil temuan tahun ini menunjukkan penurunan produk yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), baik produk kedaluwarsa, TIE, dan rusak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved