Kamis, 4 Juni 2026

Vaksinasi Covid19

Wakil Komisi E Desak Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Covid19 Terutama di Pemukiman Kumuh

Legislator DKI Jakarta mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat proses vaksinasi masyarakat umum.

Tayang:
ISTIMEWA
Ilustrasi -- Komisi E DPRD minta Pemprov percepat vaksinasi Covid-19 karena belum tercapai target Vaksinasi Covid-19 di Polda Metro Jaya, Senin (5/4//2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Legislator DKI Jakarta mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat proses vaksinasi masyarakat umum.

Sebab proses vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama dan kedua belum mencapai target yang ditetapkan.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Vaksinasi tahap ketiga yang dimulai sejak Rabu (5/5/2021) ini, diprioritaskan untuk tiga jenis kelompok, yaitu usia 19 tahun ke atas di wilayah permukiman kumuh, wilayah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus Covid-19 dengan variant of concern (VOC), dan zona yang paling berisiko terhadap penularan Covid-19 selama kebijakan PPKM berbasis mikro berlangsung

"Setelah vaksin diterima, langsung didistribusikan. Tidak perlu lagi ditunda, apalagi MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa," ujar pria yang akrab disapa Ara pada Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Update Vaksinasi Covid-19 hingga 4 Mei 2021, Pemprov DKI Sudah Vaksin 2,6 Juta Orang Warga Ibu Kota

Baca juga: HOTMAN Paris Tunjukkan Hasil Tes Serologi setelah Vaksin Covid-19 Dosis 2: Siap Lawan Musuh-musuh Ku

Ara mengatakan, Pemprov DKI harus bergerak cepat agar target vaksinasi dapat tercapai, tidak seperti fase vaksinasi lansia yang berjalan lambat.

Hingga 2 Mei baru tercapai 63,4 persen, jauh dari target Gubernur Anies Baswedan bahwa 90-95 persen lansia sudah tervaksinasi sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Pemprov DKI perlu berkaca dan melakukan perbaikan, sehingga target vaksinasi tercapai," ujar dia.

Menurutnya, perbaikan harus dilakukan khususnya pada tahapan sosialisasi dan pendaftaran.

Kata dia, sebelumnya Pemprov DKI terlalu mengandalkan sosial media sehingga menyulitkan warga yang tidak memiliki akses internet.

"Ini tidak boleh terulang, apalagi targetnya warga di RW kumuh, mau tidak mau sosialisasi langsung ke lapangan, mengetuk pintu satu persatu," ungkap Ara.

Namun demikian, alur pendaftaran dan pelaksanaan harus tetap mengacu protokol kesehatan dan diharapkan peserta vaksin tidak perlu menunggu lama mengantre, apalagi berdesak-desakan.

Baca juga: Wihara Dharma Bhakti di Grogol Petamburan Dijadikan Lokasi Vaksin Lansia

Baca juga: 6 Tips Aman Berpuasa Bagi Lansia, Perhatikan Gizi Saat Sahur dan Tetap Bersosialisasi

"Belajar dari vaksinasi lansia, beberapa lansia akhirnya tidak melakukan vaksinasi karena antriannya terlalu panjang dan tidak jelas alurnya," tambahnya.

Untuk mendorong partisipasi, Ara meminta Pemprov DKI untuk memprioritaskan vaksinasi bagi tokoh lokal yang menjadi panutan warga sekitar, seperti tokoh agama, tokoh RT/RW, Kader PKK, dasawisma, LMK, dan Karang Taruna.

"Vaksinasi warga umum ini bagian penting terutama dengan masuknya varian virus dari luar negeri. Pemprov DKI harus benar-benar serius mendorong capaian vaksinasi warga umum," tegasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved