Breaking News:

Lebaran 2021

Terindikasi Bakal Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran, Puluhan Kendaraan di Tangsel Diminta Putar Balik

wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendirikan posko penyekatan guna mengantisipasi terjadinya arus mudik oleh masyarakat. 

TRIBUNJOGJA.COM / Irvan Riyadi
ILUSTRASI - Kendaraan pengantar pemudik diminta putar balik 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Kebijakan larangan mudik Lebaran Tahun 2021 telah diberlakukan Pemerintah Indonesia pada 6 hingga tanggal 17 Mei 2021.

Merealisasikan kebijakan tersebut, wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendirikan posko penyekatan guna mengantisipasi terjadinya arus mudik oleh masyarakat. 

Baca juga: Keluarga Ahli Waris KRI Nanggala 402 Dapat Sumbangan Ratusan Juta dari Sejumlah Perusahaan

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando mengatakan saat ini pihaknya telah mendirikan psko penyekatan tersebut di Pintu Tol Bitung, Kabupaten Tangerang. 

Menurutnya sejak beroperasinya posko tersebut, pihaknya telah memutar balikan kendaraan yang terindikasi bakal melakoni perjalanan mudik Lebaran. 

Baca juga: Sejumlah Lokasi di Pinggir Kali Bekasi Terendam Banjir Kiriman Kabupaten Bogor

"Sekitar ada lima puluhan (kendaraan-red) sampai sore ini," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Kamis (6/5/2021).

Ia menuturkan puluhan kendaraan tersebut dipaksa putar balikan karena terindikasi bakal melakukan mudik Lebaran. 

Baca juga: Gerbang Tol Palimanan Dijaga Ketat, Puluhan Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik

Baca juga: Seorang Pelajar di Jalan Yos Sudarso Jakarta Utara Tewas Terlindas Truk Tangki BBM

Ditambah, sejumlah kendaraan tersebut tak dapat membuktikan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan persyaratan lain yang diatur pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

"Diputar balik karena memang ada indikasi mudik. Rata-rata kendaraan pribadi, tujuannya ada yang mau ke Rangkasbitung, ada juga yang mau ke Merak. Intinya mereka setelah kami tanyakan tidak bisa menunjukan syarat-syarat untuk bepergian seperti SIKM dan sebagainya. Akhirnya kita putar balikan," pungkasnya. (m23) 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved