Properti
Kemenparekraf Gagas ‘Work From Bali’, Developer Siap Jamu Para Digital Nomad
Satu diantaranya, proyek Lavaya Residence dan Resort besutan PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Grup) menawarkan unit residensial premium.
Dikelilingi Pantai Tanjung Benoa, workcation di Lavaya Residence dan Resort jadi lebih menyenangkan dan mampu mengurangi stres karena sepanjang aktivitas disuguhkan pemandangan alam yang indah nan syahdu.
“Kita lihat trennya adalah digital nomad-staycation, dan itu adalah salah satu cara menghilangkan kejenuhan dan mengurangi stres dalam dunia pekerjaan di tengah pandemi Covid-19, karena kalau bekerja dari Bali, suguhan pantainya menjadi daya tarik menarik. Dengan pakaian kasual santai, bawa laptop dan charger pengunjung bisa mendapatkan pemandangan alam yang bikin pikiran lebih santai. Suasana seperti ini akan memudahkan para pekerja mengail ide-ide brilian,” ujar Direktur Marketing PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Grup) Nathalia Sunaidi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Ijin Visa Lebih Panjang
Nathalia menyebut, program “Bekerja dari Bali” ini sangat membantu di tengah lesunya pariwisata Bali akibat pandemi.
Terlebih Kemenparekraf memplot Pulau Bali sebagai satu dari tiga wilayah pariwisata di Indonesia yang memberikan long term visa atau visa jangka panjang bagi wisatawan mancanegara dengan masa waktu lima tahun serta dapat diperbaharui.
“Inilah yang nanti mendorong lebih banyak masyarakat dunia digital nomad untuk mempertimbangkan Bali sebagai second home atau rumah kedua,” jelasnya.
Dengan banyaknya wisatawan yang menjadikan Bali sebagai ‘rumah kedua’, bisnis properti di Bali diyakininya akan tumbuh.
Nathalia optimis ekonomi Bali akan segera bangkit lewat penciptaan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja seluas-luasnya.
“Bali menawarkan gaya hidup yang sehat, kuliner terjangkau juga propertinya yang dalam kondisi baik. Ini adalah faktor bahwa Bali segera bergerak dan bangkit kembali,” lugas Nathalia.
Konstruksi kondominium Lavaya Residence dan Resort sendiri sudah mencapai 85 persen dan akan diserahterimakan kepada pembeli pada akhir tahun ini.
Di atas lahan 2,3 hektar, proyek terdiri dari hunian setinggi lima lantai sebanyak 402 unit. Harganya mulai Rp1,9 miliar per unit. Sepanjang bulan Mei, pengembang bekerja sama dengan Bank BTN menawarkan promo bebas biaya KPR, subsidi bunga dan bebas biaya administrasi bank. “Uang muka 5 persen bisa dicicil 12 bulan, ringan sekali,” terangnya.
Seluruh unit dilengkapi perabotan (fully furnish) dan penyewaanya dipasarkan oleh Travelio sehingga jangkauan potensi sewanya lebih menarik dan luas. Harga sewa unit di Lavaya Residence dan Resort berkisar mulai Rp750 ribu – Rp1,6 juta per hari, atau Rp9 juta – Rp20 juta per bulan.
“Kami bekerja sama dengan Travelio yang memang pengelola apartemen dan hotel spesialis unit fully furnished berstandarisasi. Unit kami bisa disewa oleh para digital nomad baik harian, bulanan atau tahunan melalui platform online berupa situas web dan aplikasi. Pemilik unit tinggal terima passive income saja,” pungkas Nathalia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lavaya-residence-dan-resort1.jpg)