Breaking News:

Berita Jakarta

Sepi Penumpang, Puluhan Perusahaan Bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan Tutup Loket Sementara

Menjelang berlakunya larangan mudik, Terminal Kampung Rambutan sepi sehingga puluhan PO bus AKAP terpaksa menutup loketnya sementara.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Menjelang berlakunya larangan mudik 2021, puluhan perusahaan bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur menutup loketnya untuk sementara waktu karena sepi penumpang. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Puluhan perusahaan otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur untuk sementara waktu memilih tidak beroperasi.

Ketua Badan Pengawas Koperasi Karyawan Angkutan Bis Antar Kota (Kowanbisata), Terminal Kampung Rambutan, Erwin mengatakan ada 20 PO AKAP yang terpaksa berhenti sementara.

"Dari awal pandemi Covid-19 sampai sekarang ada sekitar 20 PO yang tutup sementara, itu PO bus AKAP semua," kata Erwin, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Terminal Kampung Rambutan Terapkan Larangan Mudik, Penumpang Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19

Keputusan untuk berhenti sementara dikarenakan sepinya penumpang. Pasalnya jumlah penjmpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan hanya 1.000 orang per hari. 

Padahal sebelum adanya pandemi Covid-19, para penumpang yang berangkat rata-rata per harinya bisa 2.500-3.000 orang. Ditambah ada kebijakan maksimal 50 persen dari kapasitas. 

“Semua PO merasakan penurunan penumpang. Beberapa sampai ada yang harus jual bus mereka untuk bertahan karena penumpang sepi,” katanya.

Baca juga: Terminal Kampung Rambutan Tambah Unit Bus Antisipasi Lonjakan Keberangkatan Penumpang

Keputusan berhenti sementara yang diambil 20 dari 100 lebih PO AKAP di Terminal Kampung Rambutan itu karena biaya operasional yang tidak sebanding dengan jumlah penumpang dalam satu bus. 

"Sekali perjalanan saja paling cuman bawa lima penumpang," sambungnya.

Menurut Erwin, saat ini banyak PO yang terpaksa merugi dengan hanya mengangkut penumpang dalam jumlah sedikit untuk satu kali perjalanan demi menjaga kredibilitas kepada pelanggan.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Terminal Baranangsiang Sepi Penumpang

"Walaupun penumpang sedikit ya tetap diangkut, biar penumpang enggak lupa sama kita. Menjaga kepercayaan juga," ungkapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved