Lifestyle
Fashion Show Eco Print Back to Nature
Program ini mengadakan pelatihan ibu rumah tangga untuk dapat memproduksi material bahan ecoprint dengan bahan-bahan pewarna
Penulis: MNur Ichsan Arief |
Acara ini akan dilaksanakan secara offline maupun online. Di Yogyakarta, acara akan disiarkan dari Plaza UMY Boga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Baca juga: Lazismu Salurkan Donasi Konsumen Alfamart ke Penjuru Tanah Air
Baca juga: Hidupkan Semangat Berkurban di Tengah Pandemi, Bejo Sujamer Gandeng Lazismu dan LazisNU
Sementara, untuk di Jakarta, akan dilaksanakan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat. Acara dilaksanakan pada Rabu, 5 Mei 2021 pukul 10.00 – 11.30 WIB.
Total busana yang diperagakan lebih dari 50 koleksi. Masing-masing dirancang oleh ibu-ibu peserta pelatihan dari Lazismu. Sebagai peraga busana, tim Duta Wisata Yogyakarta juga dilibatkan untuk membantu product branding dari ecoprint itu sendiri, sehingga ecoprint bisa diterima oleh semua kalangan usia.
Harapannya, dengan peragaan busana ini, para ibu-ibu peserta pelatihan memiliki rasa percaya diri untuk melakukan kegiatan eco-printing dan melestarikan lingkungan.
Sementara, tim Yogyakarta yang didampingi oleh Puthut Ardianto, telah melaksanakan pelatihan di lima kabupaten. Di antaranya, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogpo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Magelang.
Masing-masing kabupaten ini akan menampilkan koleksi busana pria dan wanita dalam konsep “ready-to-wear collection”.
Masing-masing kelompok pelatihan akan menampilkan hasil pelatihan yang telah diikutinya. Satu kelompok akan menyajikan satu koleksi busana pria dan wanita.
Dalam membuat pakaian dari kain ecoprint ini, para peserta mengusung konsep “Eco-print as an Alternative Sustainable Lifestyle”. Kata kunci sustainable dipilih karena produk-produk ecoprint mendukung semangat sustainability yang kini sedang banyak dikampanyekan.
Puthut Ardianto mengatakan bahwa selama pelatihan, para peserta diberikan edukasi tentang produk ecoprint dan cara pembuatan yang tidak merusak alam.
“Salah satunya adalah semangat menanam tanaman eco-printable dan meminimalisir penggunaan plastik dalam proses pembuatannya”, tukas Puthut.
Dalam koleksi busana yang dibuat peserta, juga mendukung kampanye #sustainablefashion, yaitu penggunaan kain serat alami, tidak menggunakan kancing plastik, dan menjahit tanpa vislin. Serta tidak menggunakan resleting (natural fibre cloth, no zipper, no pastic button).
Penyelenggara HFS 2021, Neni Herlina mengaku banyak orang yang tertarik terlibat HFS 2021 ini.
“Banyak mahasiswa tertarik untuk memakai produk fashion show. Mereka sadar bahwa HFS 2021 ini adalah program pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga yang harus didukung”, ungkap Neni Herlina.
Rencananya, acara peragaan busana ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh pemberdayaan dan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.
Dalam kesempatan ini, mitra Lazismu dari Wardah, Nurhayati Subakat sangat mengapresiasi program pemberdayaan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lazismu-pemberdayaan.jpg)