Breaking News:

Berita Depok

Tak Dapat THR dari Perusahaan dengan Alasan Pandemi Covid-19, Disnaker Kota Depok Buka Posko Aduan

Tak Dapat THR dari perusahaan dengan alasan pandemi Covid-19, Disnaker Kota Depok Buka Posko Aduan

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Tak Dapat THR dari Perusahaan dengan alasan pandemi Covid-19, Disnaker Kota Depok Buka Posko Aduan. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Tak dapat THR dari perusahaan dengan alasan pandemi Covid-19, Disnaker Kota Depok buka posko aduan.

Jelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Manto membangun posko khusus pelaporan bagi karyawan yang tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR).

Posko ini dikatakan Manto guna mengakomodir para pegawai atau karyawan yang mendapatkan permasalahan dengan perusahaan akibat tidak diberikan THR dengan alasan pandemi Covid-19.

"Kami sudah bentuk posko pengaduan THR, jadi nanti kalau ada karyawan yang merasa tidak diberikan THR oleh pemberi kerja, melaporkan kepada kami dan akan kmai tindak lanjuti," papar Manto kepada Warta Kota di kawasan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Disnaker Kota Depok Sebut Aspirasi Buruh Telah Diakomodir, Salah Satunya Soal UMK 2021

Manto mengaku meski posko pengaduan sudah dibuat, namun belum adanya laporan dari karyawan.

Hal ini, dikatakan Manto dikarenakan masih jauh dari H-7 yang sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia.

Disnaker Kota Depok menolerir pemberian THR H-7 atau sampai H-2 lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Untuk sampai saat ini masih belum, kita akan tunggu sampai H-1 dan tetap standby di kantor dalam hal ini di posko," tutur Manto.

Baca juga: Hari Buruh Internasional, Imam Budi Hartono Imbau Perusahaan di Depok Tak Tahan THR Karyawan

Terhadap perusahaan atau pemberi kerja, Manto mengaku pihaknya telah memberikan informasi perihal  tersebut berupa surat edaran (SE) Wali Kota Depok Mohammad Idris kepada seluruh perusahaan.

"Tetapi sejauh ini sudah ada perusahaan-perusahaan yang sudah memberikan THR bersamaan dengan gaji di bulan April ini," akunya. 

Bila nantinya ada perusahaan yang melanggar, Manto mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Tentu kami akan menanyakan kenapa mereka tidak memberikan THR, apa penyebabnya. Karena sesuai SE Kemnaker itu, toleransi waktu (pemberian THR) minimal H-7 tetapi mungkin juga ada yang akan berikan di H-2," paparnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved