Breaking News:

Hari Buruh

Ini Tuntutan Para Buruh Dalam Aksi May Day 2021 di Kawasan Patung Kuda Monas

Aksi May Day 2021 oleh para buruh di Patung Kuda, Monas Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021), menyampaikan sejumlah tuntutan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Buruh berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional alias May Day, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR -- Ada sejumlah tuntutan yang di sampaikan dalam aksi May Day 2021 oleh para buruh di Patung Kuda, Monas Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021) hari ini.

Salah satunya yaitu petisi penolakan terkait UU Cipta Kerja (Ciptaker). 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang mewakili kaum buruh mengatakan, adapun salah satu poin penolakan tersebut yakni mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

Video: Buruh FSP SPSI Kota Tangerang Selatan Jalani Vaksinasi

Iqbal menjelaskan, aturan kontrak di UU Ciptaker tidak ada periode kontrak walaupun aturan turunannya melalui peraturan pemerintah ada pembatasannya. 

Alhasil menurutunya, para pekerja yang bekerja di suatu perusahaan tertentu bisa diberlakukan sistem kontrak berulang ulang kali. 

"Walaupun ada pembatasan lima tahun , tapi tidak adanya periode berulang ulang, berkali kali, ratusan kali akan terjadi sistem kerja kontrak," kata Iqbal, Sabtu, (1/5/2021).

Baca juga: Peringati Hari Buruh Internasional, Ratusan Buruh Jalani Vaksinasi Covid-19 di Polres Tangsel

Baca juga: Safari Anies Baswedan ke Beberapa Pulau Dapat Gairahkan Pariwisata Kepulauan Seribu

Maka dari itu, dalam peringatan hari buruh ini pihaknya menegaskan akan sepenuhnya menolak UU nomor 11 tahun 2021 karena dianggapnya banyak merugikan buruh. 

"Oleh karena itu kami berharap MK dengan seadil adilnya memutuskan uji materil yang diajukan oleh KPSI dan KSPSI seluruhnya mendrop UU Ciptaker di klaster tenaga kerja," ujarnya.

Sedangkan Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Riden Haram Aziz menyampaikan salah satu tuntutan yang dilayangkan oleh pihak buruh dalam unjuk rasa tersebut yakni agar Upah Minimum Sektoral (UMSK) 2021 diberlakukan. 

"Di Provinsi Banten kami minta upah minimum sektoral di berlakukan, di Jabar juga, di DKI Jakarta surat upah minimum diganti dengan surat keputusan , itulah tuntutan kami," kata Riden.

Baca juga: Peringati May Day Ratusan Buruh Unjuk Rasa di Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok, Ini Tuntutannya

Tuntutan tersebut merupakan rangkaian dari beberapa tunutun yang disuarakan masa buruh pada peringatan May Day kali ini. 

Riden menjelaskan, pihaknya bakal menuntut UU nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja untuk segera dibatalkan. Karena menurutnya, dalam UU tersebut merugikan kaum buruh. 

"Contohnya upah minimum sektoral sudah dihilangkan. Paling menyedihkan lagi adalah tentang outsourcing di UU nomor 13 Tahun 2003 hanya lima jenis pekerjaan, di UU nomor 11 2020 ini semua pekerjaan boleh di outsourcing," ucapnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved