Senin, 20 April 2026

VIDEO Sapa Dokter: Sariawan Sulit Sembuh? Awas, Tanda Kanker Rongga Mulut

Dalam ulasannya drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengungkapkan bahwa saryawan adalah anomali yang sangat umum dialami oleh masyarakat.

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota bersama drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati pekan ini mengulas tentang sariawan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota bersama drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati pekan ini mengulas tentang sariawan yang kerap mengganggu.

Dalam ulasannya drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengungkapkan bahwa saryawan adalah anomali yang sangat umum dialami oleh sebagian besar populasi di bumi.

Antara 2 hingga 66 persen populasi bumi menurutnya mengalami sariawan.

Sariawan yang di maksud adalah suatu wujud anomali dalam rongga mulut seperti luka yang biasanya berbentuk bulat atau oval dan ditutupi oleh membran putih bisa agak kekuningan.

Baca juga: Warga Bebas Biaya Persalinan di Hari Ulang Tahun Kota Depok, Berikut Ini Penjelasan Dinas Kesehatan

"Sifat sariawan ada yang muncul sendiri meskipun demikian ada juga bagi mereka yang sering mengalaminya bisa sampai empat kali setahun mengalaminya," ujar Anastasia.

Lebih lanjut Anastasia mengatakan bahwa mayoritas yg mengalami adalah perempuan, di mana rentang rentang usianya dari anak-anak hingga manula.

Sementara terkait dengan jenisnya sariawan ada 3 macam.

Pertama adalah sariawan tipe minor ukurannya kurang dari 1 sentimeter, biasanya sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari.

Baca juga: Batalkah Menggosok Gigi dan Berkumur saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Hukumnya

Jenis sariawan ini 80 hingga 85 persen dialami dan umumnya sembuh tanpa diberi obat dan tidak meninggalkan bekas luka.

Jenis kedua adalah tipe mayor, ukurannya lebih dari 1 sentimeter, dan ukurannya lebih dalam dan bentuknya tidak begitu teratur.

Sariawan ini biasanya sembuh lebih lama, bahkan hingga minggu.

Sariawan ini biasanya eninggalkan jaringan parut dan biasanya orang yang mengalami tidak mengetahuinya.

Selanjutnya tipe ketiga sariawan seperti inveksi herpes, sariawan ini agak berbeda karena biasanya kecil-kecil dan jumlahnya banyak 10 hingga 100, umumnya lebih cepat sembuh dan tanpa bekas.

Baca juga: Mentang-mentang Sudah Vaksin Covid, Lupa Protokol Kesehatan Klaster Perkantoran Jakarta Meningkat

Sariawan secara spesifik tidak ada penyebab pastinya.

Tetapi ada faktor-faktor yang kita sebut sebagai predikis diantaranya faktor genetis, orang tua kita yang sering sariawan maka umumnya kita akan sering mengalaminya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved