Rabu, 22 April 2026

Pendidikan

Dukung Belajar Tatap Muka, BN Holik: Anak-anak Bosan dan Banyak Main HP di Rumah

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah mendukung atas rencana segera digelarnya belajar tatap muka di sekolah.

Wartakotalive/Muhammad Azzam
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah bicara soal pembelajaran tatap muka 

Dukung Belajar Tatap Muka, BN Holik: Anak-anak Kecenderungan Bosan dan Banyak Main HP di Rumah

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merencanakan akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 atau tahun ajaran baru 2021/2022.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah - Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah mendukung atas rencana segera digelarnya belajar tatap muka di sekolah.

Sebab, kecenderungan anak-anak mulai bosan dengan sistem pembelajaran online dan justru lebih banyak bermain handphone jika belajar di rumah.

"Ya saya pikir ada suatu anjuran yang dimungkinkan tatap muka dan gugus tugas memperbolehkan ya memang baik juga. Anak-anak kita di rumah kecenderungannya main HP terus ya kan," kata Holik, belum lama ini.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Sumatera Barat Picu Klaster Baru, Berikut Rekomendasi KPAI

Dia menuturkan ada rasa anak-anak sekolah ini ingin berinterkasi secara langsung oleh guru dan teman-temannya.

Apalagi, tingkat efektifitas belajar online tidak maksimal. Banyak sekali siswa yang sulit menyerap pelajaran melalui online ini.

"Anak-anak kita ada rasa ingin cobalah bergaul dan berinterkasi satu sama lain. Terus juga sepertinya kurang maksimal belajarnya," imbuh dia.

Meski demikian, Holik meminta agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini dipersiapkan dengan matang. Mulai dari sarana prasarana penunjang yang menggunakan protokol kesehatan hingga melihat kondisi peningkatan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Komisi IV DPRD Kota Bekasi Dorong Sekolah Tambah Jumlah Rombel Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Ditegaskannya, apabila kondisinya tidak memungkinkan karena situasi tingkat penyebarannya kembali tinggi, lebih baik ditunda dahulu.

"Kalau faktanya belum bisa dimungkinkan saya pikir kenapa tidak juga untuk engga digelar dulu," ucapnya.

Untuk itu, dia menyerahkan semua keputusan digelar tidaknya pembelajaran tatap muka kepada Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

"Tentu keputusannya berdasarkan dari gugus tugas daerah dengan nanti prinsipnya bisa diikat Forkompinda lakukan rapat koordinasi dalam kebijakan soal pembelajaran tatap muka ini," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan sebanyak 15.328 tenaga pendidik sudah divaksin Covid-19.

Jumlah itu sudah mendekat target vaksinasi seluruh tenaga pendidik sebanyak 18.000.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved