Breaking News:

Awasi Pemberian THR di 6.023 Perusahaan, Disnaker Tangerang Buka Posko Pengaduan Hingga 20 Mei

“Layanan ini fokus pada memberikan informasi soal THR, konsultasi dan menindak lanjuti pengaduan tentang pembayaran THR,”

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
ILUSTRASI --- Posko pengaduan THR di kantor Disnaker Tangsel, Jalan Raya Melati Mas Blok O Nomor 01-03, Serpong Utara, Tangerang Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA --- Untuk mengawasi pemberian tunjangan hari raya (THR) di 6.203 perusahaan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang secara resmi membuka layanan Posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M.

“Layanan ini fokus pada memberikan informasi soal THR, konsultasi dan menindak lanjuti pengaduan tentang pembayaran THR,” ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Beni Rachmat, Selasa (27/4/2021).

Melalui posko pengaduan yang dibuka dari tanggal 28 April - 20 Mei ini, kata Beni, Disnaker bisa mengawasi pemberian THR di 6.203 perusahaan yang mempekerjakan sekitar 300 ribu pekerja.

Ia lanjutkan, Posko pengaduan ini akan mengoordinasikan, mengendalikan, memantau hingga menindak lanjuti pengaduan pemberian THR perusahaan kepada karyawan di Kabupaten Tangerang.

“Hasil pengaduan akan kami koordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten,” katanya.

Layanan Posko THR ini juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 841.4/1583-Disnaker/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan THR 2021 bagi buruh di Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Imbas Pandemi Disnaker Maklumi Perusahaan Tak Penuh Bayar THR Asalkan Ada Kata Sepakat dari Pekerja

Dalam surat edaran, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menekankan, perusahaan wajib membayarkan THR ke perusahaan paling lambat H-7 Lebaran.

Adapun, perusahaan yang mengalami masalah finansial karena dampak pandemi Covid-19.

Menurut Beni, perusahaan dan karyawan bisa melakukan kesepakatan untuk besaran dan waktu pemberian THR.

“Syaratnya perusahaan harus bisa menunjukan kondisi keuangan secara transparan,” ucap Beni.

Baca juga: Warga Curigai Dua Orang Pengendara Keluyuran Tengah Malam Seorang yang Dibonceng Pakai Jubah Hitam

Baca juga: Pulang Liburan dari Bogor 46 Warga Positif Covid, Kini RW 28 Bojong Nangka Dilockdown Dua Minggu

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved