Breaking News:

Berita Nasional

Algoritma Diperbarui, Google Maps Kini Dilengkapi Fitur Rekomendasi Rute dengan Bahan Bakar Terhemat

Meski terkadang, jalur yang direkomenfasikan tidak selalu menjadi rute singkat bahkan membingingkan, Google Maps tetap jadi pilihan favorit

Editor: Feryanto Hadi
Google Maps
Ilustrasi: Pantauan Google Maps sebagian wilayah Kutai Kertanegara 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Siapa yang tak asing dengan aplikasi terkemuka penunjuk arah Google Maps? Aplikasi yang disematkan Google di tiap ponsel Android ini memiliki pembaruan.

Salah satu alasan orang menggunakan Google Maps karena adanya fitur rekomendasi rute tujuan dalam waktu singkat dan berbagai moda transportasi pilihan.

Meski terkadang, jalur yang direkomenfasikan tidak selalu menjadi rute singkat bahkan membingingkan, Google Maps tetap jadi pilihan favorit di seluruh dunia.

Selain merekomendasikan tempat, mengupdate informasi lalu lintas dan kontak darurat, rupanya terdapat fitur baru yang membantu pengguna jalan.

Baca juga: Kabinda Gugur Ditembak di Papua, Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi KKB di Indonesia

Baca juga: Di Tengah Larangan Mudik, PO Bus Tujuan Jawa dan Sumatera Kompak Naikkan Tarif

Sebuah laporan dari Autoevolution telah mengungkapkan bahwa dalam pembaruan Google Maps, Google akan mengubah algoritma yang digunakannya untuk menghitung rute. Dampaknya adalah Google akan mencoba menemukan rute yang paling hemat bahan bakar bagi pengemudi.

Nantinya, fitur Google Maps bisa menentuka rute tercepat dan paling hemat bahan bakar memiliki perkiraan waktu kedatangan yang sama di tujuan, maka Google Maps akan lebih memilih opsi yang lebih ramah lingkungan. Opsi ini tentu akan menjadikan semua pengguna jalan akan semakin bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak.

Melansir laman Ubergizmo, Minggu (25/4/2021), Google memang tidak memaksakan fitur ini kepada semua penggunanya.

Ini merupakan pembaruan yang menarik karena efisiensi bahan bakar dapat ditentukan oleh banyak faktor.

Baca juga: Link Net Jalin Kemitraan dengan Google Cloud Indonesia Untuk Percepatan Transformasi Digital

Seperti kebiasaan pengemudi yang hobi mengerem kaki terlalu keras dan secara tidak perlu masih dapat mengonsumsi lebih banyak bahan bakar pada apa yang disebut rute hemat bahan bakar.

Faktor lain yang menyebabkan porsi bahan bakar terpakai banyak di antaranya adalah kemacetan, suhu liar ruangan hingga kecelakaan lalu lintas.

Meski demikian Google Maps akan terus memperbarui algoritma ini untuk menekan borosnya pengemudi kendaraan pribadi melalui rute yang ramah bbm.

Baca juga: Peneliti Sarankan Telkomsel Tahan Diri untuk Investasi Besar Sebelum Merger Gojek-Tokopedia Terwujud

Meski demikian, Google Maps masih memberikan keleluasaan pengguna untuk memilih opsi rute tercepat atau yang paling ramah lingkungan meski akan berdampak pada durasi perjalanan. (Fandi Permana)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved