Breaking News:

Warta Bisnis

Peneliti Sarankan Telkomsel Tahan Diri untuk Investasi Besar Sebelum Merger Gojek-Tokopedia Terwujud

Rencananya perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia akan mengunakan nama GoTo.

Editor: Feryanto Hadi
marketeers.com via TribunKaltim
Logo Telkomsel 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Kabar mega-merger antara startup ride hailing Gojek dengan e-commerce Tokopedia makin mencuat setelah muncul informasi terkait nama penggabungan dua perusahaan itu menjadi GoTo.

Tak hanya melibatkan dua unicorn itu, terdapat perusahaan telekomunikasi pelat merah, Telkomsel yang diprediksi bakal mengambil opsi untuk menambah investasi di Gojek untuk sektor e-wallet.

Operator seluler itu diketahui memiliki program kerja sama strategis dan memiliki ruang untuk berinvestasi hingga 300 juta atau sekitar Rp 4,37 triliun pada perusahaan ride-hailing dan pembayaran digital tersebut.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Berusaha Keluar dari Tren Pelemahan, Saham Ini Jadi Pilihan 

Menanggapi kabar ini, Peneliti Center of Innovation and Digital Economy atau INDEF Nailul Huda menilai, rencana tambahan investasi Telkomsel itu tak lepas dari rencana merger antara Gojek dan Tokopedia. Bila terwujud, kedua perusahaan yang bergerak di layanan digital tersebut akan melantai di bursa saham alias menggelar Initial Public Offering (IPO).

Huda memperkirakan Telkomsel akan mengembil momentum itu untuk meningkatkan keuntungan atas tercapainya IPO kedua startup itu.

"Tentu Telkomsel sebagai mitra Gojek yang strategis akan menunggu momen itu. Hal jnj pula yang diincar investor. Telkomsel bisa saja mendapatkan keuntungan dari selisih harga ini," kata Huda saat dihubungi, Senin (26/4/2021).

Meski akan berpotensi mendulang laba yang tinggi, Huda mempunyai pandangan yang sedikit berbeda dari beberapa pengamat yang mendukung merger ini. Huda menyarankan agar Telkomsel sebaiknya menahan diri terlebih dulu, hingga proses merger Gojek dan Tokopedia benar-benar berhasil.

Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisir berbagai risiko. Termasuk adanya masalah ketika proses merger dilakukan yang dikhawatirkan akan disangkakan sebagai monopoli usaha.

"Ada baiknya Telkomsel menahan diri untuk menambah investasi sebelum merger itu terlaksana. Karena biasanya nanti KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) akan mempertanyakan masalah merger ini. Saya rasa memang sebaiknya Telkomsel menahan dulu hingga proses merger Gojek-Tokopedia berhasil, sebab nilai valuasinya yang bukan main," tambah Huda.

Baca juga: Polisi Bongkar Investasi Kripto Ilegal, 57.000 Orang Jadi Korban, Kerugian Mencapai Rp500 Miliar

Baca juga: Mengenal Blockchain, Apa dan Fungsinya dalam Transaksi Mata Uang Kripto?

Huda menyambut baik rencana Gojek dan Tokopedia untuk merger yang disikapi baik oleh Telkomsel. Ia menyatakan akan ada tambahan investasi Telkomsel di Gojek akan membuat kompetisi konglomerasi ekonomi digital di Indonesia semakin sengit.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved